Uji Glukosa-Gula Darah Puasa (Fasting Blood Sugar, FBS) (Darah) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Table of Contents

Glukosa terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Insulin dan glukagon, dua hormon yang berasal dari pankreas, dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. Insulin diperlukan untuk permeabilitas membran sel terhadap glukosa dan untuk transportasi glukosa ke dalam sel. Tanpa insulin, glukosa tidak dapat memasuki sel. Glukagon menstimulasi glikogenesis (pengubahan glikogen cadangan menjadi glukosa) dalam hati.

Penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) terjadi akibat asupan makanan yang tidak adekuat atau darah terlalu banyak mengandung insulin. Jika terjadi peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), berarti insulin yang beredar tidak mencukupi; kondisi ini disebut sebagai diabetes melitus. Kadar gula darah puasa yang mencapai > 12 mg/dl biasanya menajdi indikasi terjadinya diabetes, dan untuk memastikan diagnosis saat gula darah mencapai kadar tepat di garis normal atau agak diatasnya, harus dilakukan uji gula darah pascaprandial/pascamakan, dan/atau uji toleransi glukosa.


Uji dextrostix merupakan uji semikuantitatif yang cepat dan sederhana untuk membedakan hioglikemia dari hiperglikemia. Hasilnya dibandingkan melalui penggunaan bagan warna yang memiliki rentang nilai 40 sampai 240 mg/dl. Uji ini sangat berguna dalam keadaan gawat-darurat. Chemstrip bG merupakan metode yang lebih dianjurkan untuk memeriksa kadar gula darah, yaitu dengan menggunakan cara tindik jari.

Tujuan
  • Untuk menghasilkan diagnosis status pradiabetes atau diabetes melitus.
  • Untuk memantai kadar glukosa darah pada klien diabetik mengkonsumsi obat antidiabetik (insulin atau obat hipoglikemik oral).

Nilai Rujukkan
DEWASA: Serum dan Plasma: 70 - 110 mg/dl. Darah Lengkap : 60 - 100 mg/dl. Nilai Panik: <40 mg/dl dan > 700 mg/dl.
ANAK: Bayi Baru Lahir: 30 - 80 mg/dl. Anak: 60 - 100 mg/dl. Lansia: 70 - 120 mg/dl.

Prosedur
  • Kumpulkan 3 sampai 5 ml darah vena dalam tabung bertutup abu - abu atau merah. Lakukan pengambilan darah pada pukul 7 pagi dan 9 pagi.
  • Status puasa, kecuali minum air putih masih diperbolehkan selama 12 jam sebelum uji dilakukan.
  • Berikan obat insulin sesuai anjuran dan setelah pengambilan darah.

Faktor yang Mempengaruhi Temuan Laboratorium
  • Obat-kortison, tiazid, dan "loop"-diuretik dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
  • Trauma-stres dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.
  • Clinitest untuk mengukur kadar glukosa darah urin (glukosuria) mungkin akan memberikan temuan  positif palsu jika klien mengonsumsi aspirin, vitamin C, dan jenis antibiotik tertentu (sefalosporin) secara berlebihan karena uji ini tidak spesifik untuk mengukur kadar glukosa, tetapi untuk semua zat yang menunjukkan penurunan.
  • Dosis tinggi vitamin C dapat menyebabkan temuan positif palsu jika menggunakan strip uji glukosa dalam urin (mis., Testape).
Masalah Klinis
PENURUNAN KADAR: Reaksi hipoglikemik (insulin yang berlebih); kanker (lambung, hati, paru-paru), hipofungsi kelenjar adrenal, malnutrisi, alkholisme, sirosis hati, aktivitas berat, eritroblastosis fetalis (penyakit hemolitik), hiperinsulinisme. Pengaruh Obat: Insulin yang berlebih.
PENINGKATAN KADAR: Diabetes melitus, asidosis diabetik, hiperfungsi kelenjar adrenal (sindrom Cushing), MCI akut, stres, cedera tabrakan, luka bakar, infeksi, gagal ginjal, hipotermia, aktivitas, pankreatitis akut, kanker pankreas, CHF, akromegali, sindrom pascagastrektomi ( dumping syndrome), pembedahan mayor. Pengaruh Obat: ACTH; obat kortison; diuretik (hidrokloriazid [Hydrodiuril], furosemid[Lasix], asam etakrinat [Edecrin]), obat anestesis, levodopa.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL
  • Tangguhkan pemberian insulin dan obat di pagi hari, sampai pengambilan sampel darah selesai dilakukan.
  • Catat dalam formulir laboratorium jika klien setiap hari mengonsumsi obat kortison, tiazid, atau diuretik loop.

PENURUNAN KADAR
  • Kenali masalah klinis yang berkaitan dengan kadar gula darah yang rendah. Dosis insulin yang berlebih, lupa makan, dan asupan makanan yang adekuat merupakan penyebab umum hipoglikemia.
  • Amati untuk menemukan tanda dan gejala hipoglikemia (gugup, kelemahan, konfusi, kulit yang dingin dan lembap, diaforesis, dan peningkatan frekuensi nadi).

PENYULUHAN KLIEN
  • Anjurkan klien selalu membawa gula batu atau permen setiap saat. Kebanyakan penderita dibaetes mendapat tanda peringatan sebelum hipoglikemia terjadi.
  • Ajarkan klien merujuk ke American Diabetic Association (ADA) mengenai cara diet, sesuai yang dianjurkan. Jelaskan Daftar Pengubahan untuk perencanaan hidangan makanan.
  • Anjurkan klien mengontak American Diabetic Association (ADA) untuk mendapatkan buku dan informasi mengenai jadwal pertemuan dengan mereka.
  • Jelaskan pada klien bahwa aktifitas berat dapat menurunkan kadar gula darah. Asupan karbohidrat atau protein harus ditingkatkan sebelum melakukan aktifitas atau segera setelah menjalani aktifitas; pemberi rawatan kesehatan harus dihubungi berkenaan dengan anjuran makanan yang telah disusun.
  • Anjurkan klien mengonsumsi obat insulin 1/2 sampai 1 jam sebelum sarapan dan makan tepat waktu.
  • Ajarkan klien yang mengalami masalah hipoglikemia (gula darah < 50 mg/dl) untuk mengonsumsi makanan tinggi protein dan lemak serta rendah karbohidrat. Terlalu banyak gula dapat menstimulasi sekresi insulin.

PENINGKATAN KADAR
  • Kenali masalah klnis yang berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Diabetes melitus, sindrom Chusing, dan situasi yang menimbulkan stres (trauma, luka bakar, pembedahan mayor) merupakan penyebab umum hiperglikemia.
  • Pertimbangkan penggunaan obat (mis., kortison, tiazid, diuretik "loop") sebagai penyebab dari sedikit meningkanya kadar gula darah. Jika kadar gula darah menjadi terlalu tinggi, segera beri tahu pemberi layanan kesehatan mengenai dosis obat mungkin perlu dikurangi atau obat insulin mungkin perlu diberikan atau ditambah dosisnya.
  • Amati untuk menemukan tanda dan gejala hiperglikemia (rasa haus yang berlebih [polidipsia], berkemih banyak [poliuria], rasa lapar berlebihan [polifagia], dan penurunan berat badan). Jika gula darah > 500 mg/dl, dapat timbul pernapasan Kussmaul (napas cepat, dalam, dan kuat) yang terjadi akibat asidosis.

PENYULUHAN KLIEN
  • Anjurkan klien mengukur kadar gula darahnya sebelum makan. Peragakan cara menggunakan Chemistrip bG atau teknik lainnya.
  • Jelaskan pada klien bahwa infeksi dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga konsultasi medis diperlukan.
Tamabahan dari Admin infolabmed.com.
Artikel ini merupakan artikel asli dari buku Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik oleh Joyce Le Fever Ke, Sehingga rujukkan penderita diabetes diarahkan ke American Diabetic Association (ADA). Namun, untuk daerah Indonesia Kami menyarankan untuk bergabung bersama Sobat Diabet, atau Persatuan Diabetes Indonesia.

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber : 
  1. LeFever Ke, Joyce. 2002. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik ; Edisi 6. Hal : 211 - 212. Cetakan 2017. EGC ; Jakarta
Baca juga :


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment