Total Pageviews

Check Page Rank

Uji D-Dimer (darah) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Posted by On 7:15 AM



 
D-dimer, suatu fragmen degradasi fibrin berlangsung selama fibrinolisis. Uji ini ditujukan untuk mengukur jumlah degradasi fibrin yang terjadi. Hasilnya akan memastikan keberadaan produk pemisahan fibrin (fibri split product, FSP) dan lebih spesifik lagi untuk mendiagnosis koagulasi intravaskular diseminata (disseminated intravascular coagulation, DIC) dibandingkan dengan FSP. Namun, baik uji D-dimer maupun FSP sering digunakan untuk menentukan DIC pada klien.

Kadar D-dimer akan meningkat jika bekuan fibrin oleh obat trombolitik, aktivator plasminogen jaringan (tissue plasminogen activator,  tPA), streptokinase.
 


Tujuan
  • Untuk mendeteksi keberadaan DIC pada klien

Nilai Rujukkan
NEGATIF UNTUK FRAGMEN D-DIMER: >250 ng/ml: > 250 ยตg/l (satuan SI).

Prosedur
  •  Kumpulkan 7 ml darah vena dalam tabung bertutup biru. Cegah hemolisis; balikan tabung secara perlahan, tabung jangan dikocok.
  • Tekan sisi pungsi vena, terutama jika klien memiliki kecenderungan perdarahan. Tekan sampai sekitar 5 menit.
  • Spesimen darah harus dibawa ke laboratorium dalam waktu 4 jam.
  • Tidak ada pembatasan asupan makanan ataupun minuman. 
Faktor yang Mempengaruhi Temuan Laboratorium
  • Hemolisis pada spesimen darah.

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL
  • Kaji riwayat perdarahan yang tidak jelas penyebabnya atau kondisi apapun yang termasuk Maslah Klinis.
  • Perhatikan tanda pada jari tangan dan jari kaki yang berkeringat, dingin, dan bercak bercoreng, petekie, serta perdarahan. Laporkan tanda dan gejala tersebut dengan segera.
  • Periksa dan pantau tanda vital.

PENYULUHAN KLIEN
  • Jelaskan pada klien dan keluarganya tujuan uji ini.
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber : 
  1. LeFever Ke, Joyce. 2002. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik ; Edisi 6. Hal : 161 - 162. Cetakan 2017. EGC ; Jakarta
Baca juga :


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »