Total Pageviews

Check Page Rank

Pemeriksaan SGOT dan SGPT | Seri Edukasi Faal Hati Untuk ATLM

Posted by On 1:20 AM



 
Infolabmed.com. Sebelum menjelaskan SGOT-SGPT, kita bahas dulu, yuk, organ pabrik dari di enzim ini. Organ itu adalah hati, atau keren disebut juga liver. Hati merupakan organ padat terbesar yang letaknya di rongga perut bagian kanan atas (Jadi bukan paru-paru, ya... Walau nampaknya memang terlihat lebih besar dari hati).  Besar ukurannya, besar pula fungsinya bagi tubuh, Organ ini mempunyai peran yang teramat penting.
 


Ia merupakan regulator hampir semua metabolisme yang terjadi di tubuh, seperti metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Ia juga tempat sintesa (pengeluaran) dari berbagai bagian dari  protein, pembekuan darah, urea dan zat-zat lain yang sangat vital bagi tubuh.

http://wnpr.org/

Bahkan produksi mayoritas kolesterol pun ada di dalam hati. Selain itu, hati juga merupakan tempat pembentukan dan penyaluran asam empedu dan penghancuran hormon-hormon steroid seperti estrogen. Yang paling penting dari semua, organ ini adalah ia adalah biang detoks, atau penyaring dan pengeluaran racun yang masuk ke dalam tubuh.  

Definisi enzim SGOT dan SGPT

Enzim Transaminase atau disebut juga enzim aminotransferase adalah enzim yang mengkatalisis reaksi transaminasi. Terdapat dua jenis enzim serum transaminase yaitu serum glutamat oksaloasetat transaminase  dan serum glutamat  piruvat transaminase  (SGPT). Pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding  SGOT. Hal ini  dikarenakan enzim GPT sumber utamanya  di hati, sedangkan enzim GOT banyak  terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak (Cahyono 2009).

Enzim aspartat aminotransferase (AST) disebut juga serum glutamat oksaloasetat transaminase (SGOT) merupakan enzim mitokondria yang berfungsi mengkatalisis pemindahan bolak-balik gugus amino dari asam aspartat ke asam α-oksaloasetat membentuk asam glutamat dan oksaloasetat (Price & Wilson,1995).

Enzim GOT dan GPT mencerminkan keutuhan atau intergrasi sel-sel hati. Adanya peningkatan enzim hati tersebut dapat mencerminkan tingkat kerusakan sel-sel hati. Makin tinggi peningkatan kadar enzim GPT dan GOT, semakin tinggi tingkat kerusakan sel-sel hati (Cahyono 2009).

Kerusakan membran sel menyebabkan enzim Glutamat Oksaloasetat Transaminase (GOT) keluar dari sitoplasma sel yang rusak, dan jumlahnya meningkat di dalam darah. Sehingga dapat dijadikan indikator kerusakan hati (Ronald et al. 2004).

Kadar enzim AST (GOT) akan meningkat apabila terjadi kerusakan sel yang akut seperti nekrosis hepatoseluler seperti gangguan fungsi hati dan saluran empedu, penyakit jantung dan pembuluh darah, serta gangguan fungsi ginjal dan pankreas (Price & Wilson,1995). GOT banyak terdapat pada mitokondria dan sitoplasma sel hati, otot jantung, otot lurik dan ginjal (Sagita A 2006).

CARA PEMERIKSAAN

SGOT

– Metode  : Kinetik – IFCC (tanpa pyridoxal-5-phosphate)

– Prinsip

Aminotransferasi ( AST ) mengkatalis transaminasi dari L aspartate dan a – kataglutarate membentuk L – glutamate dan oxaloacetate. Oxaloacetate direduksi menjadi malate oleh enzym malate oleh enzym malate dehydrogenase ( MDH ) dan niconamide adenine dinucleotide ( NADH ) teroksidasi menjadi NAD. Banyaknya NADH yang teroksidasi, berbanding langsung dengan aktivitas AST dan diukur secara fotometrik dengan panjang gelombang 340 nm.

–  Peralatan
  • Kuvet
  • Mikropipet 100µl , 1000 µl
  • Tip kuning dan tip biru
  • Spektrofotometer
–  Bahan   : Serum atau plasma heparin

–  Reagensia

    Reagen 1 : TRIS         pH 7,65                       110 mmol/L

    L-aspartate                                                     320 mmol/L

    LDH (Lactate dehydrogenase)                         ≥ 1200 U/L

    MDH (Malate dehydrogenase)                         ≥ 800 U/L

    Reagen 2 : NADH                                           1 mmol

2-oxoglutarat                                65 mmol

Dari ragen 1 dan 2 dibuat monoreagen dengan perbandingan 4 bagian reagen 1 ditambah 1 bagian reagen 2. Misalnya 20 mL R1 ditambah 5 mL R2. Homogenkan dan stabilkan pada suhu 2-8 oC.

–  Cara kerja
     Masukkan ke dalam tabung reaksi
                           Blanko        Pemeriksaan
      Reagen             –                  1000 µl
      Serum               –                  100 µl
  • Homogenkan, dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 340 nm dengan faktor 1745.
  • Pembacaan dilakukan pada menit 1, 2 , dan 3
  • Catat hasil pemeriksaan dan hitung kadar SGOT dengan rumus
  • ∆A/min x faktor = aktivitas ASAT (U/L)

SGPT
–  Metode  : Kinetik – IFCC (tanpa pyridoxal-5-phosphate)
–  Prinsip
Alanine aminotransferase ( ALT ) mengkatalis transiminasi dari L – alanine dan a – kataglutarate membentuk l – glutamate dan pyruvate, pyruvate yang terbentuk di reduksi menjadi laktat oleh enzym laktat dehidrogenase ( LDH ) dan nicotinamide adenine dinucleotide ( NADH ) teroksidasi menjadi NAD. Banyaknya NADH yang teroksidasi hasil penurunan serapan ( absobance ) berbanding langsung dengan aktivitas ALT dan diukur secara fotometrik dengan panjang gelombang 340 nm.


–  Peralatan
  • Kuvet
  • Mikropipet 100µl , 1000 µl
  • Tip kuning dan tip biru
  • Spektrofotometer
–  Bahan   : Serum atau plasma heparin
–  Reagensia
    Reagen 1 : THS          pH 7,15                       140 mmol/L
    L-alanine                                                         700 mmol/L
    LDH (Lactate dehydrogenase)                         ≥ 2300 U/L
    Reagen 2 : NADH                                           1 mmol
    2-oxoglutarat                                                   85 mmol

Dari ragen 1 dan 2 dibuat monoreagen dengan perbandingan 4 bagian reagen 1 ditambah 1 bagian reagen 2. Misalnya 20 mL R1 ditambah 5 mL R2. Homogenkan dan stabilkan pada suhu 2-8 oC.

–  Cara kerja
     Masukkan ke dalam tabung reaksi

                        Blanko                    Pemeriksaan
     Reagen            –                              1000µl
     Serum              –    
  • Homogenkan, dan dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 340 nm dengan faktor 1745.
  • Pembacaan dilakukan pada menit 1, 2 , dan 3
  • Catat hasil pemeriksaan dan hitung kadar SGPT dengan rumus
∆A/min x faktor = aktivitas ALAT (U/L)

NILAI NORMAL :

    SGOT
            ü  Perempuan     : < 31 U/L
            ü  Laki-laki        : < 35 U/L

    SGPT
           ü  Perempuan     : < 31 U/L
           ü  Laki-laki         : < 41 U/L

TINJAUAN KLINIS
  • Enzim SGOT dan SGPT dapat meningkat karena adanya gangguan fungsi hati, dan penanda kerusakan sel lainnya, yang salah satu penyebabnya adalah proses infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Peningkatan SGOT/SGPT > 20 kali normal : hepatitis viral akut, nekrosis hati (toksisitas obat atau kimia)
  • Peningkatan 3-10 kali normal : infeksi mononuklear, hepatitis kronis aktif, sumbatan empedu ekstra hepatik, sindrom Reye, dan infark miokard (SGOT>SGPT)
  • Peningkatan 1-3 kali normal : pankreatitis, perlemakan hati, sirosis Laennec, sirosis biliaris.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi temuan laboratorium
  • Pengambilan darah pada area yang terpasang jalur intra-vena dapat menurunkan kadar
  • Trauma pada proses pengambilan sampel akibat tidak sekali tusuk kena dapat meningkatkan kadar
  • Hemolisis sampel
  • Obat-obatan dapat meningkatkan kadar : antibiotik (klindamisin, karbenisilin, eritromisin, gentamisin, linkomisin, mitramisin, spektinomisin, tetrasiklin), narkotika (meperidin/demerol, morfin, kodein), antihipertensi (metildopa, guanetidin), preparat digitalis, indometasin (Indosin), salisilat, rifampin, flurazepam (Dalmane), propanolol (Inderal), kontrasepsi oral (progestin-estrogen), lead dan heparin.
  • Aspirin dapat meningkatkan atau menurunkan kadar.

KESIMPULAN
  • Pemeriksaan SGOT dan SGPT dilakukan dengan metode  kinetik untuk penentuan aktifitas SGOT dan SGPT sesuai dengan  rekomendasi dari IFCC ( Internasional Federation of Clinical Chemistry )
  • Nilai normal kadar SGOT dalam serum untuk perempuan adalah < 31 U/L dan laki-laki adalah  < 35 U/L, sedangkan untuk SGPT pada perempuan adalah < 31 U/L dan laki-laki adalah  < 41 U/L.
  • Enzim SGOT dan SGPT dapat meningkat karena adanya gangguan fungsi hati, dan penanda kerusakan sel lainnya, yang salah satu penyebabnya adalah proses infeksi yang disebabkan oleh virus.
  • Pemeriksaan SGPT adalah indikator yang lebih sensitif terhadap kerusakan hati dibanding  SGOT. Hal ini  dikarenakan enzim GPT sumber utamanya  di hati, sedangkan enzim GOT banyak  terdapat pada jaringan terutama jantung, otot rangka, ginjal dan otak.



Sumber  :
  1. Sehat Sangat. 2016. Apa itu Arti SGOT SGPT?. Diakses tanggal 16 Agustus 2016. Link ; http://sehatsangat.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-arti-sgot-sgpt-liver.html
  2. LOVE LIFE PASSION. 2016. ANALIS KESEHATAN – PEMERIKSAAN SGOT SGPT. Diakses tanggal 16 Agustus 2016. Link ; https://gietupsquare.wordpress.com/2014/03/13/analis-kesehatan-pemeriksaan-sgot-sgpt/


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »