![]() |
http://medicina.med.up.pt/ |
"Masalah SPGDT (Sistem Penganggulangan Gawat Darurat Terpadu) di sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih belum optimal. Padahal Indonesia rentan mengalami berbagai kejadian bencana alam, angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi, juga bahaya terorisme yang membutuhkan pelayanan kegawat daruratan secara cepat dan terintegrasi. Kondisi yang ada saat ini patut disesalkan," kata Ketua Umum Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO) Supriyantoro, di Jakarta Selasa (2/2) seperti yang dikutip media (Media Indonesia, 3 Februari 2016..
"Beberapa penyebab penerapan SPGDT belum maksimal, antara lain belum memadainya jumlah tempat tidur di Instalasi Gawat Darurat (IGD), juga keterbatasan alat dan jumlah tenaga medis berkompetensi di bidang kegawat daruratan," lanjutnya.
Karena itu, diharapkan pemerintah dan pihak swasta pengelola Rumah Sakit dapat mengembangkan Standar Nasional Kegawatdaruratan dengan memperluas akses layanan SPGDT dan kerja sama yang saling menunjang antar lintas sektor. Sebagai regulator, Kemenkes sudah membuat peraturan dan pedoman penerapan SPGDT dan beberapa daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota sudah menjadikan SPGDT sebagai salah satu prioritas. Namun, masih diperlukan upaya yang konsusten, serta terintegrasi antar wilayah, juga lintas sektoral.
0 Comments