Total Pageviews

Check Page Rank

Penggunaan Mikroskop | Prosedur Umum Di Laboratorium

Posted by On 7:12 PM



Infolabmed.com. Mikroskop merupakan alat  esensial untuk diagnosis suatu penyakit. Mikroskop merupakan alat ber-presisi dan membutuhkan perawatan secara hati-hati untuk mencegah kerusakan komponen mekanis dan okuler serta menghentikan pertumbuhan jamur yang dapat memburamkan lensa.

Komponen Mikroskop

Berbagai komponen mikroskop dapat dikfasifikasikan menjadi 4 sistem.
  • sistem penyangga (support system)
  • sistem pembesaran (magnification system)
  • sistem iluminasi (illumination system)
  • sistem pengaturan (adjustment system).
Sistem Penyangga (Gbr. 3.1)
Sistem penyangga mikroskop ini terdiri atas.
  • kaki mikroskop (1)
  • lengan mikroskop (2)
  • pengubah objektif (revolving nosepiece) (3)
  • meja objek (4)
  • meja mekanis (5), yang memungkinkan pergerakan terkendali kaca objek secara perlahan.
Sistem pembesaran (Gbr. 3.2)
Komponenini terdiri atas sistem lensa. Lensa mikroskop tersusun dari dua bagian, masing-masing terletak di kedua ujung tabung (bad an) mikroskop.
  • Bagian lensa yang pertama terletak di ujung bawah tabung, tepat di atas preparat yang sedang diperiksa (objek), dan disebut objektif .
  • Bagian lensa yang kedua terletak di ujung atas tabung dan disebut okuler.
Objektif
 
Pembesaran
 Kekuatan pembesaran masing-masing objektif tertera di selubung lensa (Gbr. 3.3).
  • x lO memperbesar objek 10 kali;
  • x 40 memperbesar objek 40 kali;
  • x 100 memperbesar objek 100 kali.
(Pembesaran objektif x 100 biasanya ditandai dengan lingkaran merah untuk menunjukkan bahwa pemakaiannya harus dengan minyak imersi.)
Beberapa mikroskop dilengkapi dengan objektif  x 3 atau x 5 sebagai pengganti objektif x lO.


Apertura numeris
Gbr. 3.2 Komponen sistem pembesaran mikroskop
Apertura numeris juga tertera di selubung h~nsa, di samping pembesaran (Gbr. 3-4), misalnya.
  • 0,30 pada objektif x lO
  • 0,65 pad a objektif x 40
  • 1,30 pada objektif x lOO.
Makin besar apertura numeris, makin besar daya urai (resolving power) alat optis Oihat penjelasan di bawah). 
Sebagai tambahan, makin besar apertura numeris; makin kecil diameter kelengkungan permukaan depan lensa yang dipakai di bagian dasar objektif. Permukaan depan lensa objektif x100 berukuran sebesar kepala jarum pentul sehingga harus dijaga dengan hati-hati.


Parameter lain yangmungkin tertera di seluburig lensa
Pada selubung lensa, mungkinjuga dicantumkan.
  • panjang tabung (antara objektif dan okuler) yang direkomendasikan,dalam milimeter - umumnya 160 mm;
  • ketebalan kaca penutup objek yang direkomendasikan, dalam milimeter -- mis., 0,16 mm.
Bagian berulir semua objektif berukuran standar (sama) sehingga berbagai objektif pada pengubah objektif dapat dipertukarkan .

Jarak kerja
Jarak kerja (working distance) objektif adalah jarak antara permukaan depan lensa objektif dan kaca objek ketika bayangan terfokus. Makin kuat pembesaran objektif, makin keciljarak kerjanya (Gbr. 3.5).
  • objektif x 10: jarak kerjanya 5-6 mm
  • objektif x40: jarak kerjanya 0,5-1,5 mm
  • objektif x100: jarak kerjanya 0 ,15-0,20 mm.
Daya urai
Daya urai (resolving powerJobjektif adalah kemampuan objektif untuk memperlihatkan dua detail objek berdekatan secara jelas sehingga tampak sebagai dua detail yang terpisah dan berbeda. Makin besar daya urai objektif, bayangan yang terbentuk makinjelas.
 
Suatu mikroskop laboratorium medis yang baik memiliki daya urai maksimum sekitar 0,25 um (daya urai mata manusia normal sekitar 0,25 mm). 

Minyak imersi meningkatkan daya urai dengan menahan banyak sinar bias yang akan hilang akibat refraksi bila objektif digunakan tanpa minyak imersi.


Okuler
 
Pembesaran
Kekuatan pembesaran okulertertera di selubung lensa tersebut (Gbr. 3.6).
  • x5 memperbesar bayangan yang dihasilkan objektif lima kali;
  • x 10 memperbesar bayangan yang dihasilkan objektiflO kali.
Bila objek diperbesar 40 kali oleh objektif x 40, kemudian lima kali oleh okuler, pembesaran totalnya: 5 x 40 = 200. Untuk menghitung pembesaran total objek yang diamati, kalikan pembesaran objektif dengan pembesaran okuler. Mikroskop yang digunakan di laboratorium medis memiliki pembesaran antara x50 dan x 1000.
 
Okuler tertentu memiliki garis-garis berskala (graticule) yang dikalibrasi. Okuler semacam ini digunakan untuk  menentukan ukuran suatu objek yang dilihat di bawah mikroskop (mis., kista protozoa).
 
Mikroskop binokuler
Mikroskop binokuler (dua okuler yang digunakan bersama satu objektif sewaktu pemeriksaan objek) merupakan jenis mikroskop yang umumnya direkomendasikan. Mikroskop jenis ini tidak begitu membuat mata lelah dibandingkan mikroskop monokuler sewaktu kita harus mengamati objek cukup lama. Namun, iluminasi elektrik penting ketika memakai objektif x100.


Sistem iluminosi
 
Sumber cahaya
Sumber cahaya elektrik lebih tepat digunakan karena mudah diatur. Cahaya dapat bersumber dari lampu mikroskop, di bawah meja mekanis, atau dari lampu eksternal yang ditempatkan di depan mikroskop.
 
Cermin mikroskop
Cermin memantulkan berkas sinar dari sumber cahaya ke objek. Satu sisi cermin permukaannya datar dan sisi yang lain cekung (Gbr. 3.7). Sisi yang cekung membentuk kondensator berkekuatan-rendah dan tidak perlu dipakai bila mikroskop telah dilengkapi dengan kondensator.

Kondensator
Kondensator (Gbr. 3.8) meneruskan berkas cahaya menuju fokus umum objek yang diamati. Kondensator ini terletak di antara cermin mikroskop dan meja objek. 

Kondensator dapat dinaikkan (iluminasi maksimum) dan diturunkan (iluminasi minimum). Kondensator ini harus dipusatkan dan diatur dengan tepat.


Diafragma
Diafragma (Gbr. 3.9), yang terletak di dalam kondensator, digunakan untuk memperkecil atau memperbesar sudut bukaan  cahaya dan karena itu, juga mengatur banyaknya cahaya yang memasuki kondensator. Makin lebar diagfragma, makin besar apertura numeris dan makin kecil detail bayangan objek yang terlihat. Namun, kontras bayangan objek menjadi berkurang.
 
Filter
Beberapa mikroskop dilengkapi dengan filter warna (umumnya filter biru) di bawah kondensator. Filter ini dapat dipasang atau dilepaskan tergantung pada jenis preparat yang sedang diperiksa.


Sistem pengaturan (Gbr 3.10 don 3.11)
Sistem pengaturan mikroskop terdiri atas:
  • pengatur fokus kasar
  • pengatur fokus halus
  • pengatur kondensator
  • pemtisat kondensator
  • pengatur diagfragma
  • pengatur meja mekanis.


Pengatur fokus kasar
Pengatur fokus kasar merupakan tombol pengatur terbesar pada mikroskop. Pengatur ini digunakan untuk mendapatkan fokus bayangan objek secara kasar.
 
Pengatur fokus halus
Pengatur ini menggerakkan objektif seeara lebih perlahan. Pengatur ini digunakan untuk mendapatkan fokus bayangan objek yang tepat.
 
Pengatur kondensator
Pengatur ini digupakan untuk menaikkan kondensator untuk menambah iluminasi atau menurunkan kondensator untuk mengurangi iluminasi.

Pemusat kondensator
Mungkin terdapat tiga tombol di sekeliling kondensator: satu di depan, satu di kiri, dan satu di kanan. Tombol-tombol ini digunakan untuk memusatkan kondensator seeara tepat, relatifterhadap objektif.
 
Pengatur diafragma
Pengatur ini berupa tombol keeil yang terfiksasi pada kondensator. Pengatur ini dapat digeser untuk membuka atau menutup diafragma sehingga memperkeeil atau memperbesar sudut bukaanmaupun intensitas cahaya.
 
Pengatur meja mekanis
Pengatur ini digunakan untuk menggerakkan kaea objek di atas meja objek: satu tombol menggeser kaca objek ke depan belakang dan tombol yang lain menggeser kaca objek ke kiri-kanan (Gbr. 3.11).

NB : Materi ini akan Kami rangkum dalam seri Buku infolabmed tentang Mikroskop.
 
Sumber 
WHO . 2003. Pedoman Dasar Untuk Laboratorium Kesehatan (Manual of Basic Techniques for A Health Laboratory) ; Edisi 2. Penerbit EGC


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »