Total Pageviews

Check Page Rank

Pedoman Umum Laboratorium Medik

Posted by On 7:15 AM




Infolabmed.com. Tujuan awal pedoman ini tidak berubah. Pedoman ini terutama dimaksudkan untuk  digunakan oleh personel laboratorium di negara berkembang selama pelatihan dan, selanjutnya, dalam  melakukan pekerjaan. Dalam pemilihan teknik, aspek yang terutama harus diperhatikan yaitu keterjangkauan biaya, reliabilitas dan kepraktisan metode, serta ketersediaan sumber daya di laboratorium berskala kecil.

TUJUAN PEDOMAN 

Pedoman ini terutama dimaksudkan untuk digunakan di laboratorium kesehatan di negara-negara  berkembang. Pedoman ini dirancang khusus untuk digunakan di laboratorium perifer (yi., laboratorium berskala kecil atau menengah yang berdekatan dengan rumah sakit regional), klinik, dan pusat-pusat pelayanan kesehatan di pedalaman tempat ahli laboratorium sering kali harus bekerja sendirian. Bahasa yang digunakan dalam pedoman ini dibuat sesederhana mungkin ; namun, istilah teknis umum digunakan pula ketika diperlukan.

Pedoman ini menguraikan prosedur pemeriksaan yang dapat dilakukan dengan mikroskop atau peralatan sederhana lainnya. Prosedur-prosedur tersebut meliputi:
  • Pemeriksaan feses untuk telur cacing (helminthes);
  • Pemeriksaan darah untuk parasit malaria;
  • Pemeriksaan sputum untuk basil tuberkulosis;
  • Pemeriksan urine untuk pigmenempedu;
  • Pemeriksaan darah untuk menentukan hitung jenis leukosit;
  • Pemeriksaan darah untuk menentukan konsentrasi glukosa.
Tujuan pedoman ini yaitu memberikan petunjuk mengenai sejumlah teknik pemeriksaan laboratorium dasar yang berguna bagi laboratorium perifer dan dapat dikerjakan dengan peralatan yang sederhana. 

Sebagian prosedur di atas mungkin tidak dapat dilakukan di beberapa laboratorium. Sebagai contoh, pemeriksaan kimia darah dan serologis mungkin tidak dapat dikerjakan di laboratorium pada pusat pelayanan kesehatan di pedalaman.

REAGEN DAN PERALALATAN

- REAGEN

Tiap reagen diberi nomor. Reagen yang dibutuhkan beserta nomornya dicantumkan dalam penjelasan masing-masing teknik pemeriksaan. Daftar alfabetis semua reagen yang digunakan, beserta nomor, komposisi, cara pembuatan, dan syarat-syarat penyimpanannya tercantum dalam Lampiran di bagian akhir pedoman ini. Sebagai contoh, salah satu reagen yang diperlukan dalam pewarnaan Gram yaitu kristal violet, modifikasi Hucker (reagen no. 18). Komposisi kristal violet dan metode pembuatannya dicantumkan dalam daftar alfabetis reagen (lihat Lampiran).

- PERALATAN

Peralatan yang diperlukan untuk tiap teknik pemeriksaan tercantum di awal bagian bersangkutan. Daftar peralatan yang dibutuhkan suatu laboratorium untuk seluruh jenis pemeriksaan dapat ditemukan dalam bagian 2.5.
Ketika peralatan tertentu tidakada, ahli laboratorium sebaiknya dapat menemukan alternatifnya sesuai kebutuhan; sebagai contoh, b?tol kosong yang tadinya berisi antibiotik injeksi ("botol penisilin") dan wadah bekas obat-obatan lain dapat disimpan; rak tempat tabung reaksi dim slide dapat dibuat sendiri; kaleng-kaleng kosong dapat digunakan untuk membuat penangas air.

TANGGUNG JAWAB PEKERJA LABORATORIUM

Pekerja laboratorium melakukan pemeriksaan untuk menyediakan informasi bagi dokter sehin.gga dapat digunakan dalam penanganan pasien. Karena itu, pekerja laboratorium berperan penting dalam proses penyembuhan penyakit pasien. Pada saat bersamaan, sejalan dengan pekerjaannya, mereka memperoleh cukup banyak informasi mengenai pasien dan penyakitnya. Pekerja laboratorium, seperti halnya dokter, wajib merahasiakan informasi mengenai hasil pemeriksaannya; hanya dokter yang meminta pemeriksaan tersebut yang berhak menerima laporannya. Ketika pasien meminta keterangan mengenai hasil pemeriksaan tersebut, pasien diberi tahu agar menanyakannya kepada dokter. 

Di kebanyakan negara, terdapat standar perilaku moral dan profesional yang tinggi bagi para dokter serta personel laboratorium yang kompeten. Setiap pekerja laboratorium yang bekerja dengan bahan-bahan klinis harus menjaga standar tersebut.


SATUAN PENGUKURAN

Di laboratorium, Anda akan melakukan pekerjaan yang hampir selalu berhubungan dengan besaran (kuantitas) dan satuan pengukuran, dan perbedaan kedua istilah tersebut harus dipahami. Setiap sifat fisis yang dapat diukur disebut besaran (kuantitas). Perlu dicatat bahwa istilah "kuantitas" memiliki dua arti; arti secara ihniah seperti yang baru saja ditegaskan, sementara dalam kehidupan sehari-hari, kuantitas berarti ''jumlah''. 

Dalam aplikasi ilmiah, tinggi, panjang, kecepatan, suhu, dan arus listrik merupakan besaran, sementara standar pengukurannya disebut satuan.

1. BESARAN DAN SATUAN DALAM LABORATORIUM KLINIS

Hampir semua pekerjaan di laboratorium melibatkan pengukuran besaran dan penggunaan satuan untuk melaporkan hasil pengukuran tersebut. Karena kesehatan - bahkan kehidupaR - seorang pasien juga bergantung pada ketelitian Anda dalam melakukan pengukuran dan cara melaporkan hasilnya, Anda harus sepenuhnya memahami:
  • besaran yang diukur;
  • nama besaran;
  • satuan yang dipakai.

2. SATUAN Si DAN NAMA BESARAN

Satuan-satuan pengukuran standar yang praktis telah menjadi cita-cita ilmuwan selama hampir dua abad. Sistem metrik diperkenalkan pada tahun 1901. Sejak saat itu, sistem ini secara bertahap telah  dikembangkan, dan pada tahun 1960, diberi nama "Systeme international d'Unites" (Satuan Dasar Sistem Internasional) dan singkatan internasionalnya "SI". 

Satuan pengukuran yang terdapat dalam sistem ini disehut "Satuan SI". Satuan ini telah digunakan secara luas dalam ilmu pengetahuan, terutama kimia dan fisika, sejak tahun 1901 Uauh sebelum satuan ini disebut satuan SI), tetapi kebanyakan dari satuan ini dikenal dalam bidang kedokteran baru setelah tahun 1960. Seiring diperkenalkannya satuan SI, ilmuwan di bidang ' medis membuat suatu daftar sistematik untuk nama besaran.
Beberapa di antaranya sama seperti yang terdapat dalam sistem konvensional; namun, nama konvensional ini dianggap tidak akurat, membingungkan, atau taksa (ambigu). Karena itu, beberapa nama baru dibuat sebagai pengganti nama konvensional. 

Pedoman 'ini menggunakan satuan SI dan nama besaran terkini yang sudah diakui. NaqlUn, karena, satuan clan nama kuantitas konvensional masihdigunakan di beberapa laboratorium, satuan dan nama kuantitas tersebutjuga dimasukkan dan diberikan penjelasan mengenai hubungan antara keduanya: Pada bagian berikut, diterangkan secara singkat mengenai satuan SI dan nama kuantitas yang digunakan'dalam pedoman
ini.

Satuan SI yang digunakan
 
Semua satuan SI mengacu kepada tujuh satuan dasar SI. Hanya empat dari tujuh satuan tersebut yang digunakan dalam pedoman ini; satuan-satuan tersebut, yaitu sebagaimana yang tercantum dalam Tabel1.1. 

Tiga besaran dan satuan pertama dalam tabel di atas cukup familiar untuk Anda; meskipun begitu, besaran "massa" dan "jumlah zat" serta satuan "mol" mungkin memerlukan penjelasan lebih lanjut.


Massa merupakan istilah yang lebih tepat bctgi istilah awam "berat", (Pengertian teknis untuk istilah "berat", yaitu ukuran gaya,yaitu gravitasi bumi, yang menarik sejumlahmassa, Massa, di lain pihak, tidak dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, Kedua istilah di atas tercampur-baur dalam penggunaan'sehari-hari; dalam bagian selanjutnya, pengukuranmassa disebut sebagai "penimbangan"). "Jumlah zat" dan satuannya, mol, merupakan istilah yang penting dalam dunia kedokteran dan lebih banyak memengaruhi pekerjaan Anda di laboratorium dibandingkan besaran atau satuan SI lainnya. Ketika dua atau lebih zat kimia bereaksi bersamaan, tidak demikian halnya yang terjadi pada massa zat-zat itu. Sebagai contoh:

           natrium bikarbonat + asam hidroklorida -> natrium hidroklorida + karbon dioksida + air


Dalam reaksi ini, 1 kg (1 k.ilogram) natrium blkarbonat tidak bereaksi dengan 1 kg asam hidroklorida; dalam kenyataannya, 1 mol natrium bikarbonat bereaksi dengan 1, mol as am bidroklorida. Setiap saat zat-zat kimia berin!eraksi, demikian pula halnya dengan "massa molekul relatif' (istilah baru yang dulu dikenal sebagai "berat molekul") zat-zat tersebut. Karena itu, penggunaan mol, yang berdasarkan massa molekul relatif, menghasilkan ukuran jumlah yang ekuivalen antara dua atau lebih zat berbeda (penggunaan satuan massa tidak demikian).

Sebagian besar satuan SI disebut satuan turunan SI. Satuan turunan diperoleh dengan menggabungkan beberapa satuan dasar SI (dengan perkalian atau pembagian) yang sesuai. Beberapa satuan turunan SI disajikan dalam Tabel1.2.

Satuan luas adalah meter x meter = meter kuadrat atau meter persegi; satuan volume adalah meter x meter x meter = meter pangkat tiga atau meter kubik; dan satuan kecepatan adalah meter dibagi detik = meter per detik. Semua satuan turunan SI diperoleh dengan cara sederha\la ini. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, diperlukan proses perkalian dan pembagian beberapa kali, dan satuan akhir )tang diperoleh menjadi kurang praktis dalam penggunaannya; sebagai contoh, satuan tekanan adalah kilogram" dibagi (mi!ter x detik x detik). Untuk menghindari ketidakpraktisan tersebut, satuan satuan semacam ini diberi nama khusus. Seba.gai contoh, satuan tekanan dinamakan Pascal.

Bila hanya satuan dasar dan satuan turunan SI yang tersedia, pengukuran akan menjadi sulit karena satuan-satuan ini terlalu besar atau terlahi kecil untuk berbagai tujuan. Sebagai contoh, ukuranmeter terlalu besar dan tidak sesuai untuk' pengukuran diameter sel darllh merah (eritrosit). Untuk mengatasinya, SI memasukkan serangkaian prefiks, dinamakan prefiks SI, yang bila ditambahkan pada nama sebmih satuan, akan mengalikari atau membagi satuan tersebut dengan faktor tertentu, menghasilkan kelipatan atau subkelipatan desimal dari satuan tersebut. Prefiks SI yang digunakan dalam pedoman ini dicantumkan dalam Tabel 1.3.


Sebagai contoh, 1 kilometer (1 km) = 1000 meter(lOoo m); lsentimeter (1 cm) = 0,01 meter (0,01 m atau 10-2 m); 1milimeter (1 mm)= 0,001 meter (0,001 m atau 10'3 m) dan 1 mikrometer (1 1-1 m) = 0,000001 meter (0,000001 m atau 10,6 m). Prefiksprefiks ini memiliki arti yang sama bila diaplikasikan pada satuan lainnya.

NAMA BESARAN YANG DIGUNAKKAN 

Nama-nama besaran tertentu telah diperkenalkan seiring perkembangan satuan SI. Sebagian besar nama tersebut digunakan untuk menunjukkan konsentrasi dan besaran-besaran terkait.

SATUAN PENGUKURAN KONSENTRASI

Kesulitan dalam pengukuran konsentrasi, yaitu bahwa Jonsentrasi dapat dinyatakan dalam berbagai cara. Secara konvensional, kesemuanya disebut sebagai "konsentrasi" saja, yang ternyata ambigu. Sekarang, setiap cara yang berbeda dalam menyatakan konsentrasi memiliki nama khusus masing-masing. Sebelum nama-nama tersebut diuraikan lebih lanjut, diperlukan terlebih dahulu penjelasan mengenai satuan volume yang dinamakan "liter" (1). Anda mungkil11 familiar dengan satuan volume ini, dan mungkin heran karena satuan tersebut belum disebutkan di atas. Hal ini karena liter tidak termasuk satuan SI.
 
Satuan turunan SI untuk volume adalah meter kubik, tetapi satuan ini terlalu besar dan tidak sesuai untuk pengukuran cairan tubuh. Karena itu, digunakan subkelipatan meter kubik; desimeter kubik. Prefiks "desi" tidak dicantumkan dalam daftar di atas karena tidak digunakan dalam manual ini, tetapi artinya dibagi 10 (atau dikali 0,1 atau 10'1). Jadi, satu desimeter sama dengan 0,1 m, dan satu desimeter kubik sama dengan 0,1 x 0,1 x 0,1 m3 = 0,001 m3 (atau 10'3 m3 = 1/1000 meter kubik). Nama satuan "liter", meskipun tidak termasuk satuan SI, telah disepakati sebagai nama khusus untuk desimeter kubik. Liter dan subkelipatannya, seperti mililiter (ml), digunakan terutama untuk mengukur volume zat cair dan gas yang relatif kecil; volume zat padat dan volume zat cair dan gas yang besar umumnya diukur dalam satuan meter kubik atau salah satu kelipatannya atau subkelipatannya. Liter merupakan satuan yang digunakan dalam laboratorium klinis untuk melaporkan hasil pengukuran konsentrasi dan besaran-besaran terkait. Namun, Anda mungkin menjumpai (sebagai contoh, pada gelas ukur) volumeyang dinyatakan dalam satuan subkelipatan meter kubik. Ekuivalensi subkelipatan meter kubik dan liter tercantum pad a Tabel 1.4.

Setelah penjelasan mengenai liter ini, sekarang kita kembali kepada nama-nama yang digunakan untuk me:lyatakan konsentrasi. Pertama-tama, anggap kit a memiliki sebuah larutan garam. Massa garam t"erlarut dibagi volume larutan disebut sebagai konsentrasi massa. Definisi yang lebih umum bagi konsentrasi massa yaitu "massa komponen yang dilarutkan (yi., zat terlarut) dibagi dengan volume larutan". Satuan konsentrasi massa hasil pengukuran adalah gram (atau miligram, mikrogram, dan seterusnya) per liter. Dalam SI, konsentrasi massa jarang digunakan; penggunaannva hanya untuk substansi, seperti protein, yang massa molekul relatifnya tidak tentu. 

Sekarang, anggap kita memiliki larutan garam yang lain, tetapi kali ini jumlah garam terlarut dinyatakan sebagai :'jumlah zat". Jumlah zat (yi .,jumlah mol garam) yang terdapat da1ilm larutan dibagi dengan volume larutan disebut sebagaijumlah konsentrasi zat, atau singkatnya, konsentrasi zat. Satuan konsentrasi zat yaitu mol (atau milimol, mikromol, dll.) per liter. Ketika satuan SI digunakan, semua konsentrasi sedapat mungkin dinyatakan sebagai konsentrasi zat. 

Penggunaan konsentrasi zat ini sebagai pengganti konsentrasi mas~a merupakan perbedaan terpenting imtara penggunaan satuan SI dan satuan konvensional.

Dalam sistemkonvensional, satuan konsentrasi massa hampir selalu digunakan secara eksklusif. Namun, dalam sistem tersebut,konsentrasi massa tidak selalu dinyatakari dalam satuan "per liter". Kadang~kadang digunakan satuan "per liter", kadang-kadang "per 100 ml" (0,1 liter), dan kadang-kadang "per mililiter". Di negara yang berbeda (dan bahkan di laboratorium yang berbeda dalam negara yang sama), penggunaannya berbeda pula, sehingga menimbulkan kebingungan

Untuk partikel atau molekul tidak larut, harus digunakan besaran yang berbeda. Sebagai contoh, darah mengandung berbagai macam jenis sel. Sel-sel ini tersuspensi dalam darah, dan kita harus memiliki suatu cara untuk menyatakan jumlah sel-sel tersebut dalam tiap liter darah. Dalam hal ini, nama besarannya yaitu  konsentrasijumlah, yang didefinisikan sebagai "jumlah partikel atau molekul spesifik dalam sebuah campuran dibagi dengan volumecampuran tersebut". Satuan konsentrasi jumlah yaitu jumlah per liter.

Dalam sistem konvensional, konsentrasijumlah dinyatakan sebagai "hitungjumlah" dan dinyatakan dalam satuan "jumlah per milimeter kubik".

Kadang-kadang, besaran yang menjadi ma~alah bukanlah jumlah aktual sel per lit er (konsentrasi jumlah), melainkan proporsi sel terhadap tipenya masing-masing, yaitu fraksi dari jumlah total, yang diperhitungkan dari jumlah sel tipe tersebut. Kuantitas ini disebut sebagai fraksi jumlah, dan dinyatakan dalam bentuk fraksi dari 1,0 (kesatuan). Pada awalnya, hal ini tampaknya sedikit membingungkan, tetapi sebenarnya sangat sederhana. Kesatuan atau fraksi 1,0 mewakili keseluruhan"jumlah, 0,5 mewakili setengah, 0,2 seperlima, 0,25 seperempat, 0,1 sepersepuluh, dan seterusnya. Sebagai contoh, terdapat lima tipe leukosit dalam darah. Fraksi jumiah dan tiap tipe mungkin 0A5, 0,35, 0,10, 0,08, dan 0,02. (Bila Anda inenjumlahkan fraksi-fraksi ini, Anda akan mendapatkan bahwa totalnya sama dengan 1,0 - keseluruhan jumlah).









Dalam sistem konvensional, besaran ini tidak memiliki nama dan hasil pengukurannya dilaporkan dalam bentuk persentase, bukan fraksi. Sebagai contoh, fraksi jumlah 0,5 ditulis 50%, dan fraksi jumlah 0,08 ditulis 8%. Berdasarkan hal ini, Anda akan melihat bahwa persentase dibagi 100 menghasilkan fraksi jumlah.

 Besaran lain yang dinyatakan dalam bentuk fraksi 1,0 adalah fraksi volume. Definisifraksi volume yaitu volume komponen spesifik sebuah campuran dibagi dengan 'volume campuran total. Sebagai contoh, bila volume eritrosit total dalam 1 liter (1000 ml) darah adalah 450 ml, fraksi volume eritrosit yaitu 450/1000 = 0,45.Fraksi volume eritrosit penting untuk diagnosis berbagai penyakit dan Anda akan sering mengukurnya dalam laboratorium.

 Dalam sistem konvensional, fraksi volume tidak memiliki nama khusus: malahan, tiap fraksi volume yang berbeda memiliki nama yang berbeda pula. Fraksi volume eritrosit, sebagai contoh, disebut sebagai "volume packed cell" (hal ini membi~gungkan karena tidak menyebutkan secara spesifik jenis sel apa yang diukur dan karena hasilnya dilaporkan dalam persentase, bukannya volume).

 Dari penjela'san di atas, Anda dapat melihat bahwa fraksi jumlah adalah "jumlah per jumlah" dan fraksi volume adalah "volume per volume" - Jadi, keduanya merupakan rasio.
 
Tabel 1.5 memperlihatkan daftar sistem metrik, nama besaran konvensional dan satuannya, dan faktor konversinya.

label 1.5 Sistem metrlk, nama besaran konvenslonal, dan satuannya

Sumber 
WHO . 2003. Pedoman Dasar Untuk Laboratorium Kesehatan (Manual of Basic Techniques for A Health Laboratory) ; Edisi 2. Penerbit EGC


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »