Total Pageviews

Check Page Rank

Jaminan Mutu Laboratorium Medis

Posted by On 5:18 AM



Infolabmed.com. Jaminan mutu laboratorium meliputi semua aspek kerja analitis, mulai dari identifikasi secara tepat dan persiapan pasien sampai memastikan bahwa hasil laboratorium telah disampaikan ke dokter pengirimnya.

Tujuan utama jaminan mutu ini adalah memberi jaminan bahwa laboratorium memberikan hasil pemeriksaan yang benar dan relevan terhadap kondisi klinis pasien.

Tahap-tahap penerapanjaminan mutu laboratorium meliputi :
  • Persiapan pasien
  • Pengambilan spesimen
  • Penanganan dan pengiriman spesimen (lihat bagian 2.6.1 dan 3.7)
  • Pengontrolan metode dan reagen (lihat masing-masing metode)
  • Kalibrasi peralatan (lihat bagian 2.5)
  • Pelaporan hasil (lihat bagian 2.6.2).

PENGAMBILAN SPESIMEN

Pengambilan spesimen dengan benar sangat penting, mengingat hasil pemeriksaan laboratorium akan terkait dengan kondisi klinis pasien. Sewaktu pengambilan spesimen, untuk pemantauan dan evaluasi pengobatan pasien, faktor-faktor berikut harus dipertimbangkan :
  • Keadaan fisiologis pasien (mis., kisaran rujukan untuk indikator tertentu bervariasi sesuai umur dan jenis kelamin); 
  • Persiapan pasien dengan benar sebelum pengambilan spesimen (mis; untuk pemeriksaan konsentrasi glukosa dan lipid, darah harus diambil pada pagi hari dari pasien yang telah berpuasa selama 12 jam, karena konsentrasi zat-zat ini meningkat setelah makan);
  • Peralatan yang sesuai untuk pengumpulan spesimen (mis., untuk penghitungan jumlah sel, darah harus ditampung dalam tabung berisi garam dikalium EDTA untuk mencegah koagulasi plasma dan agregasi trombosit);
  • Lokasi yang tepat untuk pengambilan spesimen (mis., konsentrasi glukosa dalam darah arteri berbeda dengan darah vena).

Aspek spesifik pengambilan spesimen, termasuk deteksi organisme infektif (bakteri dan parasit), dijelaskan di bagianbagian terkait dalam pedoman ini.

Untuk menjamin bahwa spesimen yang diperoleh benar-benar bermanfaat, spesimen tersebut harus diambil pada waktu yang tepat; pengambilan spesimen secara acak hanya dilakukan pada situasi-situasi darurat. Sebagai contoh, spesimen sputum untuk deteksi basil tuberkulosis harus dikumpulkan pada pagi hari sehabis bangun tidur, sementara spesimen urine untuk diagnosis skistosomiasis dan tujuan lain harus dikumpulkan sebagai spesimen urine "terminal" (Lihat bagian7.2 .8).

Sumber 
WHO . 2003. Pedoman Dasar Untuk Laboratorium Kesehatan (Manual of Basic Techniques for A Health Laboratory) ; Edisi 2. Penerbit EGC


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »