Total Pageviews

Check Page Rank

Pemantapan Mutu laboratorium

Posted by On 7:53 AM

Infolabmed.com. Pengurusan suatu sistem manajemen mutu sangat penting untuk sebuah laboratorium untuk memberikan hasil yang benar setiap saat. Selain itu, Pemantapan mutu juga dapat meyakinkan / menjamin secara kualitas dengan suatu systemtis kerja dan keterbukaan untuk keberhasilan suatu pekerjaan secara keseluruhan organisasi di setiap lini dengan melalui system control. Secara umum fungsi QA lebih  berperan sebagai analyst untuk memperbaiki mutu produk, dan datanya bisa diperoleh dari data sampling orang QC atau feedback dari internal perusahaan ataupun adanya Quality complain dari luar perusahaan yaitu costumer. Dan QA biasanya juga berperan sebagai sertifikasi dari produk tersebut

Pemantapan mutu laboratorium merupakan suatu peralatan  mutu yang digunakan untuk melakukan pengawasan mutu dengan menggunakan konsep pengawasan proses statistic  (statistical process control) Pengawasan proses dengan statistic adalah sebuah cara yang memungkinkan operator menentukan apakah suatu proses sedang  berproduksi keluaran yang sesuai. Sedangkan jaminan mutu adalah suatu system manajemen yang dirancang  untuk mengawasi kegiatan - kegiatan pada seluruh  tahap(desain produk:produksi,   penyerahan   produk   serta layanan), guna mencegah adanya masalah - masalah kualitas dan memastikan bahwa hanya produk yang memenuhi syarat yang  sampai ke pelanggan. (Riono, 2007)

Usaha untuk tercapainya pemeriksaan yang bermutu, diperlukan strategi dan perencanaan manajemen mutu. Didasari Quality  Management  Science (QMS) yang dikenal dengan Five - Q  framework. Model tersebut menerapkan beberapa komponen dalam mencapai tujuan kualitas yang hendak dituju. Komponen tersebut meliputi Quality planning, quality laboratory practice, quality control, quality assurance,dan quality improvement (Wesgard et al, 1990). 

Usaha untuk mencapai sasaran mutu sudah harus dilakukan dengan sungguh - sungguh sejak proses perencanaan (quality planning). Selanjutnya pada saat laboratorium telah beroperasi  seluruh aktivitas juga dikendalikan untuk menjamin bahwa laboratorium masih tetap mengarah ke sasaran mutu (quality laboratory practices- quality assurance). Ketika sasaran ini tercapai, bukan berarti laboratorium berhenti meningkatkan mutu. laboratorium perlu menetapkan saaran mutu berikutnya dan merencanakan seluruh program untuk mencapainya (quality inprovement-quality planning). Berkaitan dengan hal tersebut maka laboratorium diharapkan terus berkembang dan mampu menjawab tuntutan zaman (Kee, 2008). 

Pemantapan mutu pada suatu laboratorium bertujuan untuk mengetahui dan meminimalkan penyimpangan (variasi) serta sumber penyebabnya yang terjadi didalam laboratorium sejak sampel pemeriksaan doterima sampai hasil pemeriksaan dikeluarkan (Mulyono B, Yusnitasari, 2010).

DEFINISI MUTU

Istilah mutu memiliki banyak definisi dan sampai sekarang para pakar masih belum bersepakat terhadap pengertian mutu secara universal yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam istilah umum ada beberapa definisi tentang suatu produk atau jasa, diantaranya :
 
ISO : Mutu adalah karakteristik menyeluruh dari suatu barang Jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan kebutuhan yang ditentukkan.

Deming : Mutu tidak berarti segala sesuatu yang terbaik, tetapi pemberian kepada pelanggan tentang apa yang mereka inginkan dengan tingkat kesamaan yang dapat diprediksi serta ketergantungannya terhadap harga yang mereka bayar.

Crosby : Mutu adalah pemenuhan persyaratan dengan meminimkan yang mungkin timbul atau memperlakukan prinsip yang benar sejak awal.

Mutu merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan (Goetsch dan Davis, 1994). Produk yang bermutu adalah produk tidak dikembalikan konsumen : tidaka da keluhan konsumen. Syarat mutu adalah pemenuhan terhadap standar mutu produk dan kepuasan konsumen. Kedua syarat tersebut menunjukkan pentingnya mempelejari aspek peningkatan mutu produk dan sikap konsumen terhadap produk. (Riono, 2007).

Mutu merupakan kemampuan atau kecocokan penggunaan. Bagi manajer organisasi, arti mutu adalah keistimewaan produk dan bebas dari kekurangan / kelemahan. Beberapa faktor tambahan yang berkaitan langsung dengan kemampuan penggunaan adalah availiability (ketersediaan produk), reliability (daya tahan atau kehandalan produk), maintainbility (kemampuan pemeliharaan) dan manufacturability (kemampuan menghasilkan). Dengan demikian terdapat empat absolute mutu yaitu : 
  1. Mutu adalah kesesuaian terhadap persyaratan,
  2. Sistem mutu adalah pencegahan, 
  3. Penampilan mutu adalah tanpa cacat,
  4. Ukuran mutu adalah harga kesesuaian.
Sumber :
Quality Assurance. 2016. WHO ; Link : http://www.who.int/diagnostics_laboratory/quality/en/
Pemantapan Mutu. 2016. Laboratorium Kesehatan. Link : http://labkesehatan.blogspot.co.id/2009/11/pemantapan-mutu.html
Pemantapan Mutu. 2016. PDF digilab.unimus.ac.id

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »