Total Pageviews

Check Page Rank

Patologi Klinik | Mengenal Kedokteran Patologi Klinik

Posted by On 3:42 AM

Ilustrasi (http://whitneyfirm.com)

Infolabmed.com. Patologi klinik adalah bagian dari ilmu kedokteran klinik yang ikut mempelajari masalah diagnostik dan terapi, ikut meneliti wujud dan perjalanan penyakit pada seorang penderita atau bahan yang berasal dari seorang penderita. Untuk itu patologi klinik merupakan pemeriksaan morfologis, mikroskopis, kimia, mikrobiologis, serologis, hematologis, imunologis, parasitologis, dan pemeriksaan laboratorium lainnya.Patologi klinik merupakan cabang dari ilmu patologi, berbeda dari cabang ilmu patologi lainnya, yaitu patologi anatomi, yang mempelajari mengenai anatomi jaringan yang terinfeksi.

ISTILAH PATOLOGI KLINIK

Istilah patologi klinik itu berasal dari ”Clinical Pathology” di Amerika, di negara lain lebih dikenal dengan ”Clinical Chemistry” (Inggris dan negara negara bekas jajahannya) di Eropa disebut ”Laboratory Medicine”, di Asia semula disebut ”Clinical Pathology” tetapi kemudian Jepang, Korea, dan Taiwan menggunakan istilah ”Laboratory Medicine”

Pada awalnya di Amerika ilmu itu berasal dari ”Pathology’”, tetapi dengan perkembangan ilmu kedokteran yang sangat pesat di abad ke duapuluh, patologi kemudian dibagi dalam tiga kekhususan, yakni ”Anatomical Pathology” yang memeriksa perubahan jaringan tubuh akibat penyakit, ”Forensic Medicine” yang memeriksa mayat dan menentukan penyebab kematian, serta ”Patologi Klinik” yang memeriksa cairan tubuh, darah, dan tinja untuk membantu dokter di klinik memastikan diagnosa, menentukan tindakan termasuk pengobatan, dan memantau perkembangan penyakit pada pasien yang dirawatnya.

Patologi klinik sendiri berkembang sangat pesat terutama dasawarsa terakhir ini dan mempunyai sub-spesialisasi seperti hematologi (laboratory hematology) yang meng khususkan dalam bidang penyakit darah, onkologi, khusus untuk penyakit keganasan (kanker), infeksi dan penyakit tropik, jantung dan pembuluh darah, ginjal dan hipertensi, saluran cerna dan hati, allergi dan immunologi, serta metabolik dan endokrin. 

Tugas seorang spesialis patologi klinik adalah, memberi konsultasi kepada dokter klinik dalam pemilihan jenis pemeriksaan yang tepat dan rasional. Menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium bila terdapat perbedaan antara hasil pemeriksaan dengan diagnosis dugaan dokter yang merawat.

Ilustrasi (http://whitneyfirm.com)
 STANDAR PROFESI DOKTER SPESIALIS PATOLOGI KLINIK

Upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dalam bentuk pelayanan medik, baik yang umum maupun spesialistik dan subspesialistik tidak mungkin tercapai dengan baik tanpa adanya pelayanan medik penunjang yang memadai. Salah satu bentuk pelayanan medik penunjang adalah pelayanan Patologi Klinik yang merupakan pelayanan terpadu dalam bidang hematologi, hemostasis, mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi, metabolic-endokrin, alergi-imunologi, onkologi, respirasi dan kardiovaskuler, urology, hepato-gastroenterologi dan lain-lain.

Pelayanan Patologi Klinik berperan dalam primary, secondary, dan tertiary prevention. Primary prevention antara lain meliputi kegiatan promosi kesehatan, medicalcheck up, pra/pasca vaksinasi, identifikasi fakor resiko, maupun penapisan penyakit. Secondary prevention mencakup menegakan diagnosis dan pemantauan hasil terapi maupun menentukan prognosis. Sedangkan upaya pengendalian factor resiko supaya tidak mendapatkan serangan penyakit yang sama atau mencegah kekambuhan berikutnya merupakan upaya tertiary prevention.

Pelayanan Patologi Klinik tidak hanya berfungsi menunjang diagnosis klinik dan penatalaksanaan penderita, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk memastikan diagnosis. Dokter Speialis Patologi Klinik mempunyai peran medis, teknis danmanajerial. Peran medis meliputi memberi saran jenis pemeriksaan laboratoriumyang sesuai untuk kepentingan klinik (deteksi dini, diagnosis, pemantauan terapi maupun penentuan prognosis).

Dokter Spesialis Patologi Klinik juga berperan menjadi anggota tim medis yang bertugas dalam pengambilan keutusan klinik untuk seorang pasien. Peran tehnis meliputi pengawasan mutu pada tahap pra analisis, analisis maupun pasca analisis. Menjaga mutu hasil pemeriksaan laboratorium melaui program pemantapan mutu internal dan eksternal, dan juga melalui penilaian medis atas hasil analisis. Peran manajerial Dokter Spesialis Patologi Klinik meliputi manajemen sisten informasi, manajemen system inventory, manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen pelayanan kepada pasien, mengembangkan dan melaksanakan business plan, dan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Karena kedudukan yang strategis tersebut, maka tanggung jawab pelayanan Dokter Spesialis Patologi Klinik makin lama makin besar, baik tanggung jawab professional, tanggung jawab teknis, maupun tanggung jawab manajerial di suatu laboratorium.

Mengingat peran Dokter Spesialis Patologi Klinik tersebut cukup penting dan harus dilandasi oleh profesionalisme yang dapat dipertanggungjawabkan, maka diperlukan suatu standar profesi bagi seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik yang akan menjaga mutu profesionalisme tersebut.
Penanggung jawab laboratorium haruslah seorang Dokter Spesialis Patologi Klinik, agar didapatkan hasil pelayanan Patologi kinik yang optimal dan profesionalisme dalam memimpin suatu laboratorium klinik tetap dapat dipertahankan.

Usaha untuk menentukan kesetaraan kemampuan profesi minimal Dokter Spesialis Patolpgi Klinik telah diusahakan dangan adanya kurikulum nasional pendidikan Dokter Spesialis Patologi Klinik, akreditasi pusat pendidikan dan dilakukannya ujian nasional yang harus diikuti oleh calon Dokter spesialis Patologi Klinik, yang dilanjutkan dengan dilakukannya sertifikasi awal oleh Pehimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik Indonesia.




Sumber :
  1. Wikipedia. 2016. Patologi Klinik, [Online], (https://id.wikipedia.org/wiki/Patologi_klinik diakses tanggal 28 Maret 2016)
  2. Patklin UNRIKA. 2016. Dokter spesialis patologi klinik, dokter apakah ini?, [Facebook], (https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=356788887711936&id=356782814379210&substory_index=0 diakses 28 Maret 2016)
  3. PDS PATKLIN. 2016. Standar Profesi Dokter Spesialis Patologi Klinik, [Online], (http://www.pdspatklin.or.id/information/25/standar-profesi/id) diunduh 28 Maret 2016)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »