ATLM Wajib tahu Macam - Macam Antikoagulan untuk Pemeriksaan Hematologi

Table of Contents

Infolabmed.com. Antikoagulan adalah salah satu jenis obat yang dapat mencegah terjadinya koagulasi (pembekuan) darah. Zat - zat tersebut terdapat secara alami pada lintah dan serangga penghisap darah. Antikoagulan ini dapat digunakan sebagai injeksi atau oral kedalam tubuh manusia sebagai obat untuk gangguan trombotik. Beberapa antikoagulan juga digunakan dalam beberapa peralatan medis, seperti tabung reaksi, labu transfusi darah, dan peralatan dialisis ginjal. 

PENGANTAR PEMBEKUAN DARAH

Koagulasi darah adalah proses pembekuan darah yang melibatkan sejumlah zat yang bereaksi secara enzimatik. Ada lebih dari dua belas faktor pembekuan yang bereaksi bersama untuk membentuk bekuan. Faktor-faktor ini telah diberikan angka dari faktor I ke XII tetapi faktor VI tidak ada. Faktor-faktor berikut ini biasanya yang sering digunakan adalah :

I-Fibrinogen
II- protrombin
III- Thromboplastin vs faktor jaringan
IV- Kalsium (Ca ++)

Untuk terjadinya proses koagulasi, semua faktor koagulasi harus hadir. Jika tidak ada pemebkuan darah yang hadir, maka pemebekuan darah tidak akan terjadi. Dan Jika pada pembekuan ini cukup yang hadir, maka prosesnya akan melambat. Sistem terjadinya koagulasi adalah dengan adanya sistem intrinsik dan ekstrinsik.

ANTIKOAGULAN

Antikoagulan adalah zat yang mencegah pembekuan darah baik in vivo atau in vitro. Fenomena ini dicapai oleh faktor koagulasi, sehingga mencegah terjadinya pembekuan pada darah. Biasanya antikoagulan mencegah satu tahap dari faktor pembekuan tetapi beberapa antikoagulan mempengaruhi banyak faktor. Dalam pemeriksaan hematologi, kami memiliki berbagai jenis antikoagulan yang digunakan tergantung pada pemeriksaan apa yang sedang kami lakukan. Hal ini dikarenakan pada antikoagulan dapat digunakan pada pemeriksaan tertentu.

SEQUESTRINE atau Ethylene Di-amine tetra acetic acid (EDTA) memiliki berbagai jenis, termasuk:
K2 EDTA (1650 g / l) sangat larut
Na2EDTA (108 g / l) kurang larut
Li2 EDTA (160 g / l) cukup larut

Ketiganya digunakan untuk tujuan yang berbeda. Ka2EDTA dan Na2EDTA direkomendasikan dalam pemeriksaan hematologi sementara Li2 EDTA sangat baik untuk pemeriksaan kimia klinis dan untuk pemeriksaan elektrolit (Ca ++,  Na+, dan K+). Jumlah yang disarankan sequestrine biasanya  dengan perbandingan 1,5 + O.25 mg / ml darah.

Sequestrene (EDTA) adalah antikoagulan yang dianjurkan untuk pemeriksaan hematologi rutin, seperti : 
  • Haemoglobin determination
  • Hitung sel darah lengkap - Trombosit, Hitung sel darah merah dan sel darah putih
  • Hematokrit (PCV). Ukuran sel biasanya tidak terpengaruh.
  •  LED (Laju Endap Darah)

EDTA tidak dianjurkan untuk studi Koagulasi karena sifat khelasi karena terus mengeluarkan ion Ca bahkan jika lebih banyak ditambahkan kalsium.

EFEK JIKA KELEBIHAN EDTA

EDTA memiliki penyusutan dan perubahan degeneratif pada kedua sel darah merah dan Leukosit.
Ketika EDTA digunakan secara berlebihan (di atas 2 mg/ml darah) menyebabkan krenasi mengarah ke penurunan PCV (Hematokrit) dan MCHC, Ada trombositosis palsu, karena trombosit membengkak dan hancur menyebabkan jumlah trombosit yang terlalu tinggi.

2. HEPARIN

Heparin merupakan antikoagulan yang normal dalam tubuh, namun di laboratorium heparin jarang digunakan dalam pemeriksaan-pemeriksaan di laboratorium karena mahal harganya. Heparin berdaya seperti antitrombin. Heparin bekerja dengan cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga menghentikan pembentukan fibrin dari fibrinogen.Heparin tidak mempengaruhi bentuk eritrosit maupun trombosit.

Jenis heparin yang paling banyak digunakan adalah Lithium heparin karena antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion dalam darah.

Banyaknya Heparin yang Digunakan:
-Heparin Kering : 0,1-0,2 mg/ml Darah
-Heparin Cair : 15 IU +/- 2.5 IU/ml darah

Saat ini telah tersedia tabung darah/tabung hampa udara (vacutainer tube) yang berisi heparin. Tabung heparin bertutup Hijau muda (Lithium heparin) dan Hijau (Lithium heparin dengan gel). Pemeriksaan Hematologi yang Menggunakan Antikoagulan Heparin :
  • Penentuan hemoglobin
  • Penentuan hematokrit
  • Penentuan resistensi osmotik
  • Penghitungan sel-sel darah
  • Penentuan golongan darah
  • Transfusi darah
*Heparin tidak bisa digunakan untuk membuat apusan darah karena menyebebabkan dasar yang biru kehitaman bisa dicat dengan cat wright stain.

 3. OKSALAT

Oksalat yang sering digunakan ada tiga jenis, yaitu ;
- Kalium Oksalat
- Ammonium Oksalat
- Sodium Oxalat

Kalium oksalat menyebabkan penyusutan sel darah merah (krenasi).
Ammonium oksalat menyebabkan pembengkakan sel darah merah (hemolisis).
Campuran Heller dan Paul dibentuk untuk meminimalkan krenasi dan hemolisis dengan perbandingan 4 bagian kalium oksalat dan 6 bagian dari amonium oksalat untuk antikoagulan 5 mls darah.

Ketiga jenis oksalat dapat digunakan dalam pemeriksaan koagulasi, Hematokrit, estimasi hemoglobin, hitung darah merah dan indeks sel darah merah.

4. TRINATRIUM SITRAT

Trinatrium Sitrat adalah antikoagulan tidak beracun biasanya diterapkan dalam transfusi darah serta dalam hematologi untuk evaluasi gangguan koagulasi.

JENIS
i) Trisodium citrate (Na3C6H5O7.2H20)
ii) Disodium sitrat (2Na2C6H5O7.11H2O)

PENGGUNAAN
a) Trinatrium Sitrat adalah antikoagulan pilihan pada transfusi darah Asam dextrose sitrat dan CPD
b) Digunakan dalam studi koagulasi
c) Digunakan untuk tingkat sedimentasi eritrosit


 PENGARUH ANTIKOAGULAN PADA SEL

1. Sel Darah Merah
Dengan didiamkan eritrosit akan mengalami krenasi dan menyusut. Perubahan ini akan berkurang jika disimpan pada suhu 4oC

2. Limfosit
Vakuola muncul pada sitoplasma

3. Neutrofil
Inti sel homogen tetapi hypersegmented. 
Margin sitoplasma mungkin tampak kurang pasti dan vakuola terlihat kecil.

4. Sel Mononuklear
 Lobulated tidak teratur yang dapat mengakibatkan menjadi disintegrasi.
Vakuola kecil juga  muncul dalam sitoplasma


Sumber :

Anticoagulant used hematology. 2016. Akademi Edu. Link : http://www.academia.edu/8297641/ANTICOAGULANT_USED_IN_HAEMATOLOGY_Introduction_to_blood_coagulation
Anticoagulant. 2016. Wikipedia.com. Link : https://en.wikipedia.org/wiki/Anticoagulant
Definition of Anticoagulant. 2016. MedicineNet.com. Link : http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=11022
Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment