Kanker Paru pada Non-Perokok Meningkat: Ilmuwan Cari Penyebabnya di Indonesia

Table of Contents

Lung Cancer Is Rising in Non-Smokers. Scientists Are Looking for Causes


Meskipun angka perokok terus menurun, kanker paru tetap menjadi penyebab utama kematian terkait kanker di Indonesia dan dunia. Kekhawatiran baru muncul seiring dengan peningkatan kasus pada individu yang belum pernah merokok, mendorong para ilmuwan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor risiko potensial di luar kebiasaan merokok.

Faktor Risiko Baru Muncul di Luar Kebiasaan Merokok

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa antara 10% hingga 20% kasus kanker paru setiap tahun terjadi pada orang yang tidak pernah merokok atau merokok kurang dari 100 batang rokok sepanjang hidup mereka. Studi terbaru yang dipublikasikan diNaturepada tahun 2025 (Díaz-Gay et al.) mengaitkan beberapa kasus kanker paru pada non-perokok dengan paparan polutan udara, termasuk knalpot kendaraan, bahan kimia beracun, dan asap masakan. Ini menunjukkan bahwa lingkungan tempat kita tinggal dan beraktivitas memainkan peran signifikan.

Peran Polusi Udara dan Makanan Ultra-Proses

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal Thorax pada 29 Juli 2025 (Wang et al.) menemukan potensi hubungan antara konsumsi makanan ultra-proses dan risiko kanker paru pada non-perokok. Para penulis studi ini mengemukakan bahwa risiko tersebut mungkin berasal dari kualitas diet yang buruk, paparan bahan kimia dari kemasan, dan produk sampingan berbahaya seperti akrolein yang terdapat dalam makanan olahan, daging panggang, dan bahkan asap rokok. Lori Sakoda, PhD, seorang ilmuwan riset di Kaiser Permanente Northern California, menekankan, "Studi observasional ini tidak dapat menetapkan hubungan sebab-akibat antara konsumsi makanan ultra-proses dan risiko kanker paru, tetapi temuan ini tentu memancing pemikiran dan memerlukan konfirmasi di populasi studi lain.".

Tantangan dalam Deteksi Dini dan Skrining

Para peneliti menegaskan bahwa identifikasi penyebab kanker paru sangat krusial karena penyakit ini seringkali baru terdiagnosis setelah gejala muncul, yang membuatnya lebih sulit diobati dan lebih mematikan. "Kita perlu menggeser persepsi publik dengan menekankan bahwa siapa pun bisa terkena kanker paru, terlepas dari riwayat merokok—dan tidak ada seorang pun yang pantas mengalami penyakit ini," ujar Sakoda. Saat ini, rekomendasi skrining kanker paru di Amerika Serikat menggunakan pencitraan CT dosis rendah untuk individu berusia 50 hingga 80 tahun dengan riwayat merokok yang signifikan. Namun, kurang dari 15% individu yang memenuhi syarat menjalani skrining, menurut Alpa Patel, PhD, wakil presiden senior ilmu populasi di American Cancer Society. "Penting untuk meningkatkan kesadaran seputar rekomendasi ini," katanya.

Keterbatasan Skrining Saat Ini

Asuransi umumnya hanya menanggung skrining bagi individu yang memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh U.S. Preventive Services Task Force, yang terkait dengan persyaratan cakupan di bawah Affordable Care Act. American Cancer Society tidak merekomendasikan skrining di luar pedoman ini karena adanya risiko seperti paparan radiasi, hasil positif palsu, dan potensi bahaya dari prosedur lanjutan seperti biopsi dan pembedahan. Meskipun pemindaian seluruh tubuh (whole-body scans) populer, pemindaian tersebut belum terbukti menjadi alat yang andal untuk mendeteksi kanker paru dan dapat memaparkan pasien pada radiasi dengan biaya minimal $2.500 dari kantong pribadi.

Gejala Kanker Paru dan Kebutuhan Kesadaran Lebih Luas

Menurut CDC, gejala kanker paru cenderung sama pada perokok dan non-perokok, meliputi kelelahan, batuk berdarah, nyeri dada yang sering, mengi, dan sesak napas. Namun, non-perokok mungkin tidak mempertimbangkan kanker paru sebagai kemungkinan penyebab gejala mereka, sehingga menunda pemeriksaan medis. Daniel Boffa, MD, seorang ahli bedah toraks di Yale School of Medicine, menekankan pentingnya bagi pasien dan dokter untuk mempertimbangkan kemungkinan kanker paru jika batuk baru berlangsung lebih dari empat minggu, disertai batuk darah, atau nyeri dada yang berlangsung beberapa minggu. "Sebagian besar waktu, pasien dengan gejala ini tidak akan menderita kanker paru, tetapi kegagalan untuk mempertimbangkan kemungkinan ini dapat sangat menunda perawatan bagi pasien jika kanker adalah penyebabnya," ujar Boffa.

Langkah Pencegahan untuk Non-Perokok

Untuk saat ini, menghindari kanker paru sebagai non-perokok cukup rumit, "karena tidak ada satu perilaku tunggal yang harus diubah, atau paparan yang harus dihindari, dan skrining saat ini belum disesuaikan untuk populasi ini," tambahnya. Meskipun pencegahan individual bisa jadi sulit, Sakoda menyarankan bahwa "mengatur emisi beracun dari sumber industri dan mempromosikan teknologi energi bersih untuk mengurangi polusi udara" dapat mengurangi risiko pada skala yang lebih luas. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil oleh non-perokok untuk mengurangi risiko kanker paru mereka, termasuk menghindari asap rokok pasif, menguji rumah untuk radon, melindungi diri di tempat kerja dari karsinogen, dan memantau kualitas udara di komunitas.

Penelitian yang terus berkembang, seperti studi di Nat Rev Clin Oncol tahun 2024 (LoPiccolo et al.), menyoroti kanker paru pada pasien yang tidak pernah merokok sebagai penyakit yang sedang berkembang. Dengan meningkatnya kesadaran akan faktor-faktor risiko di luar merokok dan pentingnya mengenali gejala, upaya penanggulangan kanker paru dapat diperluas untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Indonesia, dari ancaman penyakit mematikan ini.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Reagen Golongan Darah

Nama Produk: REAGEN GOLONGAN DARAH REIGED DIAGNOSTICS (1 SET LENGKAP ANTI-A, ANTI-B, ANTI-AB, ANTI-D + KARTU GOLONGAN DARAH)

Harga: Rp 430.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment