Gangguan Penciuman Akibat COVID-19 Bisa Bertahan Hingga Bertahun-Tahun

Table of Contents

Study finds COVID-19 damage to sense of smell can last years - UPI.com


Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa infeksi COVID-19 dapat menumpulkan indra penciuman seseorang selama bertahun-tahun, bahkan tanpa disadari oleh individu tersebut. Temuan ini menyoroti dampak jangka panjang yang mungkin tersembunyi dari infeksi virus corona.

Penelitian yang dipublikasikan dalam JAMA Network Open menemukan bahwa 4 dari 5 orang yang melaporkan perubahan pada indra penciuman mereka setelah terinfeksi COVID-19, tetap menunjukkan hasil rendah pada tes deteksi aroma klinis yang dilakukan sekitar dua tahun kemudian. Lebih mengejutkan lagi, dua pertiga pasien COVID-19 yang tidak menyadari adanya masalah penciuman juga mencetak skor abnormal rendah pada tes yang sama.

Dampak yang Diremehkan pada Indra Penciuman

Dr. Leora Horwitz, seorang profesor kesehatan populasi dan kedokteran di NYU Grossman School of Medicine di New York City dan juga peneliti utama dalam studi ini, menyatakan bahwa temuan ini mengkonfirmasi bahwa orang dengan riwayat COVID-19 berisiko tinggi mengalami gangguan pada indra penciuman. Menurutnya, masalah ini seringkali kurang disadari di kalangan masyarakat umum.

Bahaya Kehilangan Indra Penciuman

Kehilangan atau berkurangnya indra penciuman bukanlah masalah sepele. Studi menunjukkan bahwa kondisi ini dapat dikaitkan dengan penurunan berat badan, penurunan kualitas hidup, dan depresi. Selain itu, individu yang tidak dapat mencium bau mungkin tidak dapat mendeteksi bahaya seperti makanan basi, kebocoran gas, atau asap.

Indra Penciuman Sebagai Indikator Dini Penyakit Lain

Masalah pada indra penciuman juga dapat menjadi indikasi awal gangguan otak seperti penyakit Parkinson atau Alzheimer. Oleh karena itu, pemantauan fungsi penciuman sangat penting, terutama setelah infeksi COVID-19.

Detail Penelitian

Para peneliti menganalisis data dari 3.525 peserta, termasuk 2.956 orang yang terinfeksi COVID-19 dan 569 orang yang tidak terinfeksi. Mereka semua berpartisipasi dalam upaya penelitian jangka panjang untuk mempelajari efek virus corona. Selama penelitian, peserta mengisi survei mengenai gejala mereka setiap 90 hari antara Oktober 2021 dan Juni 2025.

Metode Pengujian Indra Penciuman

Sebagai bagian dari proyek, para peserta diminta untuk mengikuti tes penciuman standar emas, di mana mereka diminta untuk mengidentifikasi 40 aroma berbeda dari bantalan gores dan cium. Hasilnya menunjukkan bahwa 80% orang yang melaporkan bahwa COVID-19 mengubah indra penciuman mereka, tetap mencetak skor rendah pada tes identifikasi aroma. Hampir seperempat (23%) dari kelompok ini mengalami gangguan penciuman yang parah atau kehilangan penciuman sepenuhnya.

Temuan Mengejutkan: Gangguan Penciuman yang Tidak Disadari

Yang lebih mengejutkan, sekitar 66% pasien COVID-19 yang tidak menyadari adanya perubahan pada indra penciuman mereka, ternyata menunjukkan hasil yang buruk pada tes identifikasi. Ini menunjukkan bahwa banyak orang mungkin mengalami gangguan penciuman akibat COVID-19 tanpa menyadarinya.

Rekomendasi dan Penelitian Lanjutan

Dr. Horwitz merekomendasikan agar penyedia layanan kesehatan mempertimbangkan pengujian kehilangan penciuman sebagai bagian rutin dari perawatan pasca-COVID. Ia menekankan bahwa meskipun pasien mungkin tidak langsung menyadarinya, hidung yang tumpul dapat berdampak besar pada kesejahteraan mental dan fisik mereka.

Dr. Horwitz juga menyoroti bahwa 60% orang yang tidak terinfeksi COVID-19 juga menunjukkan kinerja buruk pada tes identifikasi aroma. Namun, ada kemungkinan bahwa beberapa dari mereka sebenarnya telah terinfeksi COVID-19 tetapi tidak pernah terdiagnosis karena kurangnya pengujian universal untuk virus tersebut.

Penelitian lain saat ini berfokus pada cara untuk memulihkan indra penciuman yang rusak akibat COVID-19, seperti suplemen vitamin A atau pelatihan untuk "mengatur ulang" respons otak terhadap bau. Memahami penyebab sebenarnya dari dampak virus corona pada sistem sensorik otak dapat membantu meningkatkan terapi ini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang COVID-19 dan kehilangan penciuman, Anda dapat mengunjungi situs web Mayo Clinic.

Ikuti dan Dukung Infolabmed.com

Mari terhubung melalui media sosial dan dukung perkembangan website Infolabmed.com

Follow Media Sosial Infolabmed.com

📢

Telegram

Follow
👍

Facebook

Follow
🐦

Twitter/X

Follow

Dukungan untuk Infolabmed.com

Beri Donasi untuk Perkembangan Website

Dukung Infolabmed.com dengan memberikan donasi terbaikmu melalui DANA. Setiap kontribusi sangat berarti untuk pengembangan dan pemeliharaan website.

Donasi via DANA

Produk Infolabmed

Alat Pemeriksaan Glukosa Darah

Nama Produk: PORLAK BGM-102 - Alat Cek Gula Darah Digital Akurat, Hasil 5 Detik, Bonus Lancet & Baterai

Harga: Rp 270.000

© 2025 Infolabmed.com | Terima kasih atas dukungannya

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment