Pernicious: Mengungkap Anemia Pernisiosa dari Autoimun hingga Defisiensi Vitamin B12 Kronis

Table of Contents

Pernicious: Mengungkap Anemia Pernisiosa dari Autoimun hingga Defisiensi Vitamin B12 Kronis


INFOLABMED.COM – Anemia pernisiosa (Pernicious Anemia) merupakan gangguan autoimun kronis yang ditandai dengan destruksi sel parietal lambung, menyebabkan defisiensi vitamin B12 melalui mekanisme malabsorpsi. 

Kondisi ini memerlukan penanganan seumur hidup dan dapat menyebabkan komplikasi neurologis berat jika tidak terdiagnosis tepat waktu.

Baca juga : Gejala Anemia: Kenali Tandanya Sejak Dini dan Cara Tepat Mengatasinya

Apa Itu Anemia Pernisiosa?

Anemia pernisiosa adalah:

  • Gangguan autoimun dengan destruksi sel parietal lambung
  • Penyebab utama defisiensi vitamin B12 pada dewasa
  • Prevalensi: 1-2% pada usia >60 tahun
  • Rasio gender: 1.6:1 (wanita:pria)

Patogenesis Autoimun

Mekanisme Kerusakan

  • Antibodi anti-parietal cell (90% kasus)
  • Antibodi anti-intrinsic factor (70% kasus)
  • Respons sel T terhadap H+/K+ ATPase
  • Atrofi gastritis tipe A

Konsekuensi Fungsional

  • Akhlorhidria (tidak ada asam lambung)
  • Loss of intrinsic factor production
  • Malabsorpsi vitamin B12

Manifestasi Klinis

Trias Klasik

  1. Weakness - kelemahan dan fatigue
  2. Sore tongue - glossitis atrofik
  3. Paresthesia - kesemutan ekstremitas

Gejala Hematologis

  • Anemia megaloblastik
  • Makrositosis (MCV >110 fL)
  • Hipersegmentasi neutrofil

Gejala Neurologis

  • Neuropati perifer
  • Ataksia dan gangguan gait
  • Gangguan memori dan kognitif

Diagnosis Laboratorium

Temuan Darah

  • Hb: 6-10 g/dL
  • MCV: >110 fL
  • Vitamin B12: <200 pg/mL

Tes Autoimun

  • Anti-IF antibody (spesifisitas 100%)
  • Anti-parietal cell antibody (sensitivitas 90%)

Pemeriksaan Penunjang

  • Asam methylmalonic: >0.4 μmol/L
  • Homosistein: >15 μmol/L
  • Gastrin serum: >500 pg/mL

Diagnosis Banding

  • Defisiensi folat
  • Sindrom myelodysplastic
  • Anemia hemolitik
  • Hipotiroidisme

Penatalaksanaan

Terapi Awal

  • Hydroxocobalamin 1000μg IM:
    • Hari 1-7: setiap hari
    • Minggu 2-4: 2x seminggu

Terapi Pemeliharaan

  • 1000μg IM setiap bulan seumur hidup
  • Pemantauan neurologis berkala

Monitoring

  • Kadar B12 serum setiap 6-12 bulan
  • Endoskopi setiap 3-5 tahun

Komplikasi

  • Neuropati irreversible
  • Kanker lambung (risiko 3x)
  • Demensia
  • Osteoporosis

Baca juga : Anemia: Penyebab, Gejala, dan Cara Efektif Mengatasinya

Prognosis

  • Excellent dengan terapi tepat
  • Neurological damage mungkin irreversible
  • Membutuhkan terapi seumur hidup

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebookTwitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan via Donasi DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment