Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Pendahuluan Pemeriksaan Darah Samar Pada Tinja

Posted by On 11:52 PM


Infolabmed.com. Pemeriksaan tinja memberikan informasi penting yang membantu diagnosis banding berbagai kelainan saluran cerna, mulai dari maldigestif dan malabsorpsi sampai perdarahan atau infeksi bakteri, virus, atau parasit. 



Kondisi hepatobilier yang menyebabkan penurunan sekresi empedu, dan penyakit - penyakit pankreas yang menyebabkan enzim pencernaan yang tidak adekuat juga dapat dianalisis pada pemeriksaan tinja. 

Sampai saat ini pemeriksaan yang paling sering dilakukan pada tinja adalah pemeriksaan kimia untuk darah samar. Darah samar merupakan tanda paling awal dan paling sering ditemukan pada penyakit keganasan kolorektal. 

Pemeriksaan adanya darah pada tinja secara rutin disarankan bagi semua individu di atas usia 50 tahun. Perdarahan saluran cerna, mulai dari mulut hingga anus, dapat memberikan hasil positif pada pemeriksaan darah pada tinja. 

Analisis tinja juga bermakna untuk menentukan adanya peningkatan lemak pada tinja (steatorrhea) dan dalam diagnosis banding diare.



Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri menghasilkan senyawa seperti indole, skatole, dan thiol (senyawa yang mengandung belerang), dan juga gas hidrogen sulfida. Asupan makanan berupa rempah-rempah dapat menambah bau khas feses atau tinja. Di pasaran juga terdapat beberapa produk komersial yang dapat mengurangi bau feses atau tinja. 

Baca juga : 

 PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber :
Lembar. S, dkk. (2013). Urinalisis dan Pemeriksaan Cairan Tubuh Sederhana ; Edisi Pertama. Hal : 233 - 234. Penerbit WIMI : Jakarta
Wikipedia. (2017). Tinja [Online]. Tersedia : https://id.wikipedia.org/wiki/Tinja. (27 Agustus 2017)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »