Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Pewarnaan Albert (Untuk Pendeteksian Corynobacterium diphtheriae) | Menurut W.H.O

Posted by On 5:59 AM


Pada kasus dengan kecurigaan difteri, apusan sputum sebaiknya dipulas denganlarutan pewarnaan Albert. Larutan pewarna ini digunakan untuk memperlihatkan granula volutin yang terwarnai gelap pada basil Corynebacterium diphtheriae.



Alat dan Bahan
  • Mikroskop
  • Rak kaca objek
  • Larutan pewarna Albert

Metode :
  • Fiksasi apusan.
  • Teteskan larutan pewarna Albert hingga menutupi keseluruhan preparat selama 3 - 5 menit.
  • Bilas dengan airbersih dan taruh kaca objek, dengan posisi tegak, didalam rak kaca objek dan biarkan hingga kering.

Pemeriksaan Mikroskopik
Pertama-tama, amati preparat dengan objektif x40 untuk melihat distribusi pulasan; selanjutnya, pakai objektif  x100 (dengan minyak imersi).

Corynebacterium diphtheriae terlihat sebagai basil berwarna hijau berisi granula - granula volutin berwarna hijau-hitam. Basil-basil ini tersusun membentuk barisan : 
(a) atau formasi-V 
(b), atau menyatu membentuk sudut, memberikan gambaran seperti huruf Cina 
(c). Terapi difteri dapat diberikan kalau terdapat bukti yang mendukung diagnosis difteri, yi., cukup dengan ditemukannya basil langsing berisi granula - granbula volutin.

Kalau baru sebatas kecurigaan difteri, spesimen sebaiknya dikirim ke laboratorium bakteriologi untuk dikultur.


Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber :
WHO. (2003). Pedoman Teknik Dasar Untuk Laboratorium Kesehatan ; Edisi 2.  Hal ; 196 – 197. Alih Bahasa Chairlan dan Lestari. Jakarta ; Penerbit Buku Kedokteran EGC.


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »