Total Pageviews

Check Page Rank

Protozoologi (Penularan, Patologi dan Diagnosis Protozoa) - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 2:38 AM


Protozoologi adalah ilmu tentang protozoa. Sedangkan Protozoologi medik adalah ilmu tentang protozoa yang berperan sebagai parasit dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia.

Dibawah ini Kami akan merangkum bagaimana penularan, patologi, dan diagnosis pada protozoa.


PENULARAN

Lingkaran hidup dan penyebaran protozoa usus dan jaringan relatif sederhana. Parasit berpindah dari hospes ke hospes secara langsung atau melalui makanan dan air setelah parasit berada di luar tubuh hospes. Pada umumnya kista yang memang lebih tesisten terhadap segala penagruh buruk lingkungan mempunyai peranan yang besar dalam penyebaran parasit, karena kista merupakan bentuk infektif dari semua protozoa patogen yang memiliki stadium kista, seperti ; Entamoeba histolytica, Balantidium coli, Giardia lamblia. Kecuali protozoa yang tidak memiliki stadium kista, bentuk infektifnya adalah stadium trofozoitnya itu sendiri, seperti contoh ; Trichomonas vaginasli. Pada parasit darah dan jaringan seperti Plasmodium sp, penularan terjadi dari satu hospes ke hospes yang lain melalui vektor. Makhluk hidup yang berperan sebagai vektor biasanya serangga, jadi Plasmodium sp hidup di dua hospes secara bergantian yaitu tubuh nyamuk sebagai vektor sampai terbentuk stadium infektif yang siap berpindah ke dalam tubuh manusia sebagai hospes definitifnya melalui gigitan nyamuk yang mengandung sporozoit (bentuk infektif dari Plasmodium sp).

PATOLOGI 

Protozoa patogen merugikan hospesnya karena proses reproduksi, penyerangannya, pengrusakan sel dan jaringan, karena adanya toksin dan enzim yang dikeluarkan protozoa. Infeksi terjadi melalui stadium pertama yang akut dan mematikan atau berkembang menjadi stadium laten yang menahun, yang kadang - kadang diselingi dengan kambuhnya gejala - gejala sebelum akhirnya dapat disembuhkan.

DIAGNOSIS

Diagnosis klinis dapat dibuat berdasarkan gejala klinis yang khas, tetapi untuk gejala yang tidak khas agak sulit, dan diagnosis laboratorium mutlak harus dilakukan. Diagnosis laboratorium ditegakkan dengan menemukan parasit pada sampel yang diperiksa. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan cara pemeriksaan langsung apda feses (Amoebiasis), urine atau sekret vagina (Trikomoniasis), darah (malaria, tripanososmiasis), atau dengan cara tes serologi (Toxoplasmosis). 


Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya
Sumber :
Supriatin, Y. (2006). Diktat dan Petunjuk Praktikum Protozoologi Medik. Hal ; 4. Bandung : Akademi Analis Kesehatan Bakti Asih


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »