Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Generasi Spontan Lawan Biogenesis - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 6:35 AM


Ditemukannya suatu dunia mikroorganisme yang tidak nampak dengan mata telanjang itu membangunkan minat terhadap perdebatan hebat pada masa itu mengenai asal - usul kehidupan. Dari manakah datangnya jasad - jasad renik itu?

Generasi Spontan
Ada yang menduga bahwa jasad renik itu muncul sebagai akibat dekomposisi jaringan tumbuhan atau hewan yang mati. Dengan kata lain, mereka mengira bahwa organisme hidup berasal dari bahan mati yang mengalami penghancuran. Konsepsi ini, yaitu bahwa kehidupan berasal dari bahan mati, dikenal sebagai generasi spontan atau abiogenesis (abio, "Tidak hidup"; genesis "asal"). 

Pemikiran mengenai generasi spontan sekurang - kurangnya telah dicetuskan oleh bangsa Yunani Kuno yang meyakini bahwa daging yang membusuk menghasilkan belatung dan bahwa lalat serta katak muncul begitu saja dari lumpur pada keadaan - keadaan iklim tertentu. Banyak orang pada masa yang lalu tidak sependapat bahwa mikroorganisme menjelma melalui generasi spontan, tetapi tidak sedikit pula yang mendukung berlakunya generasi spontan bagi cacing, serangga, dan bahkan binatang seperti tikus dan katak.

Tidak Terbuktinya Generasi Spontan dan Diterimanya Biogenesis
Bagi teori yang mengatakan bahwa benda hidup dapat bermula secara spontan, terdapat baik penganut maupun penentangnya, masing - masing dengan suatu penjelasan baru yang kadang - kadang mengagumkan ataupun sedikit bukti percobaan. Pada tahun 1749, John Needham (1713 - 1781) melakukan percobaan dengan daging yang dimasak dan mengamati bahwa terdapat mikroorganisme pada awal percobaan dan berkesimpulan bahwa jasad - jasad tersebut berasal dari daging. 

Kira - kira dalam waktu yang sama Lazaro Spallanzani (1729 - 1799), dalam usahanya untuk membuktikan bahwa konsepsi abiogenesis itu tidak benar, mendidihkan kaldu daging, yaitu suatu larutan nutrien dalam labu selama satu jam lalu wadah itu ditutupnya rapat - rapat. Maka tak ada jasad renik dalam labu tersebut. Tetapi hasil percobaannya ini, yang dikuatkan dalam rangkaian percobaan ulang, tidak dapat meyakinkan Needham bahwa mikrobe tidaklah muncul karena generasi spontan. Needham bersikeras bahwa diperlukan udara untuk generasi spontan mikrobe dan bahwa karena udara itu dikeluarkan dari labu selagi percobaan Spallanzani, maka tak ada mikrobe yang muncul. 

Perbedaan pendapat ini dipecahkan 80 atau 90 tahun kemudian oleh dua peneliti secara terpisah, yaitu Franz Schulze (1815 - 1873) dan Theodor Schwann (1810 - 1882). Shulze melalukan udara melewati larutan asam pekat ke dalam labu berisi kaldu daging yang di didihkan, sedangkan Schwann melalukan udara melalui tabung membara kedalam labu berisi kaldu daging yang di didihkan. Maka didalam masing - masing labu itu tidak ada mikrobe karena terbunuh asam dan panas yang luar biasa. Namun, tetap saja hal ini belum meyakinkan mereka yang menyokong konsepsi abiogenesis

Mereka mengatakan bahwa asam dan panas mengubah udara sedemikian sehingga tidak mendukung pertumbuhan. Sekitar 1850 Schroder dan Von Dusch melakukan percobaan yang lebih meyakinkan dengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas ke dalam labu berisi kaldu yang sebelumnya dipanaskan. Mikrobe disaring keluar dari udara oleh serat - serat kapas dan dengan demikian dicegah masuk kedalam labu maka tidak ada jasad renik yang tumbuh dalam kaldu tersebut.

Diantara bukti - bukti yang paling penting ialah hasil percobaan John Tyndall pada awal tahun 1870-an. Ia menciptakan sebuah kotak bebas debu dan menempatkan tabung - tabung berisi kaldu steril didalamnya. Selama udara dalam kotak itu bebas debu maka selama itu pula kaldu dalam tabung tetap steril. Partikel - partikel debu mengendap dan tertahan pada tabung berbentuk leher angsa yang menuju ke kotak. Inilah bukti bahwa mikrobe terbawa oleh partikel - partikel debu.

Selama ini muncullah muka baru dalam ilmu pengetahuan, yakni Louis Pasteur (1822 - 1895). Ia adalah seorang ahli kimia yang mendapat pengakuan nasional tidak lama setelah memulai karirnya ketika ia menemukan rumus bangun asam tartarat. Senya ini ditemukannya dalam dua bentuk, masing - masing merupakan bayangan cermin sesamanya - seperti tangan kiri terhadap tangan kanannya. Komposisi kimiawi keduanya sama dalam hal jumlah dan macam atom yang dikandung masing - masing, tetapi konfigurasinya berbeda. Kemudian Pasteur merasa tertarik pada industri minuman anggur dan perubahan - perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Perhatiannya terhadap fermentasi  inilah yang mendorong ikut berdebat tentang generasi spontan.

 Fermentasi terjadi karena enzim, yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang menyebabkan berlangsungnya reaksi - reaksi kimiawi tertentu. Sebagai contoh, sari buah apel atau anggur, bila dibiarkan akan meragi; hasilnya ialah alkohol dan asam. Pertanyaannya kini, apakah hasil fermentasi itu disebabkan oleh mikroorganisme yang ada dalam sari buah tadi ataukah sebaliknya?yaitu jasad renik dalam sari buah itulah yang berasal dari proses fermentasi, sebagaimana dikemukakan pendukung teori abiogenesis.

Secara teguh Pateur menentang konsepsi generasi spontan dan ia menyadari bahwa kemajuan dalam penelitian tentang fermentasi tidak akan lancar sebelum konsepsi tersebut dapat dipatahkan. Karena itu ia mulai dengan menyimak cermat karya - karya terdahulu mengenai pokok tersebut lalu melanjutkannya dengan merancang banyak sekali percobaan untuk mendokumentasikan fakta bahwa mikroorganisme hanya dapat timbul dari jasad renik lain (biogenesis). Dia menjadi terlibat dalam banyak perdebatan dengan lawan - lawannya mengenai pokok tersebut ketika ia menyampaikan hasil - hasil percobaanya.

Salah seorang penyokong yang penuh dedikasi terhadap generasi spontan selama masa Pasteur ialah Felix-Archimede Pouchet, soerang naturalis Perancis. Dalam tahun 1859 ia menerbitkan laporan panjang lebar untuk "membuktikan" kejadiannya. Tetapi dia tidak memperhitungkan sifat Louis Pasteur yang cerdik, keras kepala dan tak kenal lelah. Karena merasa jengkel akan logika dan data Pouchet, maka Pasteur melakukan percobaan untuk mengakhiri pertikaian itu untuk selama - lamanya. Ia mempersiapkan larutan nutrien dalam labu yang dilengkapi dengan lubang panjang dan sempit berbentuk "leher angsa". Kemudian ia memanaskan larutan nutrien itu dan udara - tanpa perlakuan dan tanpa disaring - dibiarkannya lewat keluar masuk. Tak ada mikrobe dalam larutan itu. Alasannya untuk ini ialah bahwa partikel - partikel debu yang mengandung mikrobe tidak mencapai larutan nutrien - mereka itu mengendap dalam bagian tabung leher-angsa yang berbentuk huruf U dan aliran udara demikian berkurangnya sehingga partikel - partikel tadi tidak terbawa kedalam labu.

Pateur melaporkan dengan tulisan yang elok hasil percobaannya di Universitas Sorbonne di Paris pada tanggal 7 April 1864. 

Labu - labunya tidak menunjukkan adanya tanda - tandan kehidupan, dan ia pun berkata :
"Karena aku telah mlindunginya dari mereka, dan aku masih terus menjaganya agar terhindar dari mereka, yaitu benda yang ada diluar kekuasaan manusia untuk menciptakannya; aku telah melindungi mereka dari nutfah yang melayang - layang di udara, aku telah menghindarkan mereka dari kehidupan."

Didalam kegembiraannya, Pateur melontarkan beberapa pernyataan yang amat mengena terhadap mereka yang tidak sependapat dengannya :
"Tidak ada suatu keadaan apapun sebagaimana dikenal pada masa kini yang dapat mengiakan bahwa makhluk - makhluk mikroskopis ini menjelma di dunia ini tanpa nutfah, tanpa induk seperti dirinya sendiri. Mereka yang menganut hal tersebut telah menjadi korban ilusi, percobaan - percobaan yang kurang cermat, dikaburkan oleh kesalahan - kesalahan yang mereka tidak sanggup melihatnya dan tidak tahu bagaimana cara menghindarinya."

Dengan diterimanya konsepsi biogenesis ini maka terbukalah jalan untuk karya - karya Pasteur berikutnya. Kini ia dapat meneruskan penelitiannya tentang fermentasi dan selanjutnya mengenai mikroorganisme-mikroorganisme yang menjadi penyebab penyakit. 

Baca juga :

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya

Sumber :
  1. Michael J. pelczar dan E.C.S Chan. (1986). Dasar - Dasar Mikrobiologi. Hal ; 9 - 14. Jakarta ; Penerbit Univeristas Indonesia (UI-press).

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »