Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Para Ilmuan NIH Mengidentfikasi Dampak Awal Dari Virus EBOLA Pada Sistem Kekebalan Tubuh

Posted by On 5:30 AM



Infolabmed. Sebuah percobaan pada tikus dari infeksi Early Ebola Virus (EBOV) yang dilakukan ilmuan National Institute of Helath (NIH) dan kolega, telah menunjukkan bagaimana awal respon sistem kekebalan tubuh dapat mempengaruhi perkembangan penyakit EBOV. Model ini dapat membantu identifikasi protektif respon imun sebagai target untuk mengembangkan terapi pada human EBOV.

Para ilmuan dari National Institute of Allergy and Infectious Disease NIH, memimpin studi dengan beberapa kolega dari University of Washington dan Columbia University

Para ilmuan menganalisa beberapa sinyal yang menggunakan sel inang untuk memberikan peringatan sistem imun / kekebalan tubuh terhadap infeksi EBOV, dan merespon berbagai sistem imun. Mereka berfokus pada sinyal persitiwa yang dimulai dalam beberapa jam dari infeksi virus dan melibatkan sel protein mitochondrial antiviral signaling (MAVS).



Para ilmuan ini sudah mengetahui bahwa MAVS memiliki peran kunci pada anti-EBOV, dan pada penelitian ini diperiksa pada hewan percobaan untuk pertama kalinya. Banyak jenis menghasilkan MAVS, tetapi MAVS diprouksi oleh makrofag yang ditemukan menjadi penting dalam mengontrol infeksi EBOV dan membatasi kerusakan organ dan jaringan yang disebabkan oleh EBOV. 

Dalam percobaan yang sudah dilakukan, makrofak dikoordinasikan dalam pengembangan dari berbagai kemajuan respon imun dan produksi tipe I interferon, senyawa dengan aktifitas antivirus yang ampuh. 

Mereka juga mengetahui bahwa EBOV bisa menyebabkan penyakit pada tikus dengan menekan sinyal MAVS dan memanipulasi respon interferon. 

Dengan tujuan akhir adalah pengembangan obat, para peneliti melanjutkan pekerjaan mereka untuk menentukan kontrol respon imun yang tepat melalui MAVS dan mempelajari lebih lanjut bagaimana EBOV sewaktu - waktu menundan sinyal imun. 




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »