Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Perawatan Gawat Darurat Dilakukan Sebelum Pertolongan Medis

Posted by On 1:35 AM

http://www.autoexpress.co.uk
Kecelakaan itu terjadi secara tidak terduga dan berlangsung dengan cepat. Pengendara sepeda motor yang malang terpental kejalan raya dengan sangat keras. Sekilas, kondisinya baik - baik saja, tapi ketika kita diperiksa lebih seksama lagi oleh seorang yang mengerti masalah pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), yang kebetulan berada dilokasi kejadian tersebut untuk menolong si korban, rupanya terjadi cedera traumatis.

Adanya perdarahan internal yang tidak nampak dari luar. Nafas si korban pendek dan lambat, denyut nadi cepat dan lemah, gemetar dan gelisah menjadi tanda yang mencurigakan. Korban segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat guna mendapatkan pelayanan perawatan gawat darurat.

"Perawatan gawat darurat adalah proses penanggunlangan pasien dengan kedaruratan medis (emergency patient)," kata dr. Andri Wanananda, MS, Staf pengajar tidak tetap Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas & Kedokteran Keluarga, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, kepada Salah satu majalah kesehatan. 

Langkah - langkah yang dilakukan, pertama, melakukan survei primer, melakukan inspeksi cepat memeriksa keadaan pasien yang disebut dengan initial assesment untuk memberikan pertolongan segera yang diperlukan. Setelah kondisi pasien stabil dilakukan survei sekunder untuk mengetahui riwayat medis pasien, apakah alergi atau tidak, obat-obatan yang digunakan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan penyebab cedera tersebut, agar dapat memberikan pertolongan lebih lanjut yang tepat.

KEADAAN DARURAT YANG TIDAK DI INGINKAN

"Masyarakat harus diajari bagaimana menjamin jalan nafas korban agar tetap aman. Sirkulasi darahnya juga diusahakan tetap terjaga. Jangan panik ketika memberi pertolongan. Itu saja sudah bisa mencegah kematian, atau cacat si Korban", Kata dr. Farid Husain, SpBd, Ketua Bidang Kesehatan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit PMI Bogor, dalam jumpa pers program "Indonesia Bereaksi" di Jakarta beberapa tahun lalu (Media Indonesia, 10 Juli 2011). 

Masalahnya, korban kecelakaan bisa saja meninggal dunia karena penanganan tidak tepat yang diberikan oleh warga yang kebetulan menolong di tempat, tetapi tidak mempunyai pengetahuan tentang pertolongan pertama pada kecelakaan.

Keadaan gawat darurat memang jarang terjadi, tetapi bisa saja muncul setiap saat akibat kecelakaan atau kambuhnya  secara tiba - tiba penyakit berbahaya yang fatal, seperti serangan jantung, juga stroke yang membutuhkan pertolongan segera. Banyak kasus tidak siap menghadapainya, sehingga orang yang cedera atau mengalami sakit serius itu tidak bisa diselamatkan. 

Di negara maju ada kursus pelatihan pertolongan pertama bersertifikat untuk memperoleh ketrampilan memberikan pertolongan penyelamatan seperti pernafasan buatan, manuver Heilmich mengatasi tersedak dan bagaimana menangani seorang korban serangan jantung, shock dan cedera trauamtis.

Sebenarnya, dengan menolong orang lain berarti kita juga telah menolong diri sendiri untuk siap menghadapi situasi yang sama nantinya. Seperti kasus serangan jantung, pertolongan pertama dalam dua jam setelah mengalami serangan adalah momen menentukan untuk terhindar dari kematian atau cacat fatal. 

Karena itu, langkah - langkah pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) perlu diketahui oleh masyarakat sebagai pengetahuan dasar untuk meminimalkan efek negatif korban kecelakaan. Dengan menguasai cara - cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan sendiripun kita telah menyelamatkan diri sendiri sebelum datang pertolongan medis.

"Sistem Penganggunalangan Gawat Darurat Terpadu  (SPGDT) di Rumah Sakit terdiri dari unit - unit ICU (Intensive Care Unit), HCU (High Dependency Care)  dan GWC (General Wards Care)," kata dr. Andri. ICU adalah untuk merawat pasien yang punya potensi gagal organ atau dengan kata lain organ tubuhnya sudah tidak berfungsi lagi.

Semula ICU hanya menangani pasien dengan gangguan pernafasan (respiratory failure). Saat ini ICU mampu menangani semua sistem organ tubuh yang berpotensi fatal gangguannya. Sedangkan HCU merupakan unit peralihan antara ICU dan GWC (bangsal perawatan). "Dengan sumber daya manusia yang andal, perlengkapan medis yang mutakhir didukung dengan evidence based (temuan ilmiah kedokteran mutakhir), akan membuat SPGDT Rumah Sakit di Indonesia mencapai tingkat mutu optimal", tambah dr. Andri.

Sumber : 
Smart Living. 2016. Perawatan Gawat Darurat Dilakukan Sebelum Pertolongan Medis. Edisi 58 ; Hal. 8 - 9. Jakarta

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »