Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Hematologi Rutin (Complete Blood Count) | Seri Edukasi Laboratorium Medis

Posted by On 7:44 AM


Infolabmed.com. Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponennya. Darah terdiri dari bagian padat yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), trombosit dan bagian cairan yang berwarna kekuningan yang disebut plasma. Pemeriksaan hematologi rutin dapat menentukan kualitas kesehatan.(Hi lab, 2016)

Hematologi rutin atau complete blood count (CBC) merupakan penilaian dasar terhadap komponen sel darah, yaitu dengan menentukan jumlah, variasi, prosentase, konsentrasi, dan kualitas dari seluruh komponen sel darah. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi hematologik dan sistem tubuh yang lain sebagai diagnosis, prognosis, respon terapi, dan masa pemulihan. Hematologi rutin terdiri dari pemeriksaan hemoglobin, leukosit, trombosit, eritrosit, hematokrit, dan nilai-nilai MC.(prodia,2016)

HEMOGLOBIN

Hemoglobin adalah suatu bentuk protein yang terdapat dalam sel darah merah. Ini adalah komponen pigmen yang memiliki kandungan kaya akan zat besi. Fungsi utama hemoglobin adalah untuk mengikat oksigen yang kita hirup dan sebagai sarana transportasi ke berbagai bagian tubuh. Molekul hemoglobin mengalami oksigenasi untuk membentuk senyawa stabil bernama oksihemoglobin.  ketika Oksihemoglobin mencapai tempat - tempat dimana tingkat konsentrasi oksigen rendah dan karbondioksida tinggi, oksihemoglobin melepaskan molekul oksigen untuk menggantikan karbondioksida.

Hemoglobin diukur berdasarkan sampel darah yang diambil dari tubuh seseorang. Saat ini, telah ada mesin yang dirancang untuk melakukan analisis dasar untuk darah. Mesin ini memecah komposisi sel darah merah untuk mengukur kadar hemoglobin didalamnya. Hal ini diukur sebagai jumlah hemoglobin dalam satuan gram darah per 100 ml darah. 

Kadar hemoglobin normal bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin dari seseorang.
Bayi baru lahir        : 17 - 22 g/dL
Anak-anak             : 11-13 g/dL
Pria dewasa           : 14 - 18 g/dL
Wanita dewasa      : 12 - 16 g/dL
Pria lansia              : 12,4 - 14,9 g/dL
Wanita lansia          : 11,7 - 13,8 g/dL

Jika seseorang memiliki jumlah hemoglobin yang lebih rendah dari ukuran normal, hal tersebut dapat menandakan bahwa kadar oksigen dalam darahnya juga cukup rendah, yang pada akhirnya dapat berdampak pada gangguan kesehatan seperti anemia dan juga sesak nafas. Dampak lain dari rendahnya tingkat hb seseorang adalah semakin memburuknya masalah jantung yang dialami seseorang yang mana gangguan ini ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada dada serta jantung berdebar-debar. Hal ini dikarenakan organ jantung bekerja ekstra keras untuk mengatasi kekurangan oksigen dalam darah.

LEUKOSIT (SEL DARAH PUTIH)

Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mereka adalah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang. Turunan dari sel Leukosit adalah turunan meliputi: sel NK, sel biang, eosinofil, basofil, dan fagosit termasuk makrofaga, neutrofil, dan sel dendritik.

 Dalam dunia medis, leukosit tinggi dikenal dengan istilah leukositosis, yaitu suatu kondisi ketika darah putih (leukosit) jumlahnya meningkat lebih dari 11.000 leukosit per mm kubik darah manusia dewasa. Perlu diketahui bahwa nilai normal leukosit adalah pada kisaran 4.000-10.500 sel/mm³ pada dewasa dan 5.000-15.500 sel/mm³ pada anak-anak. Sedangkan apabila kadarnya rendah disebut dengan leukopenia.
Sel-sel darah putih (WBC=White Blood Cells) atau leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi serta sel-sel tumor (kanker). Darah Putih diproduksi oleh sum-sum tulang,

Bersumber dari: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) | Mediskus.com
Sel-sel darah putih (WBC=White Blood Cells) atau leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi serta sel-sel tumor (kanker). Darah Putih diproduksi oleh sum-sum tulang,

Bersumber dari: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) | Mediskus.com
Sel-sel darah putih (WBC=White Blood Cells) atau leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi serta sel-sel tumor (kanker). Darah Putih diproduksi oleh sum-sum tulang,

Bersumber dari: 7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis) | Mediskus.com

Sel-sel darah putih (WBC=White Blood Cells) atau leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi serta sel-sel tumor (kanker). Darah Putih diproduksi oleh sum-sum tulang.

 TROMBOSIT (PLATELET)

Trombosit (juga disebut Platelet atau keping darah) adalah sel-sel berbentuk oval kecil yang dibuat di sumsum tulang. Trombosit memiliki fungsi membantu dalam proses pembekuan. Ketika pembuluh darah pecah, trombosit berkumpul di daerah dan membantu menutup kebocoran. Trombosit adalah struktur yang sangat aktif. Masa hidupnya dalam darah adalah 8 hari atau 10 hari. Trombosit mudah pecah jika keluar dari pembuluh darah dan jika terkena benda keras. Nilai Normal trombosit adalah 150.000 - 400.000/ mm kubik.

Fungsi trombosit adalah menghentikan pendarahan jika terjadi luka dengan cara membekukan darah disekitar daerah luka sehingga darah berhenti mengalir. Jika terjadi luka, trombosit dalam darah pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase. Enzim trombokinase merangsang protrombin untuk membentuk thrombin dengan bantukan vitamin K dan ion Ca. Trombin merangsang fibrinogen dalam plasma darah untuk membentuk fibrin, yaitu berupa benang-benang yang membentuk anyaman dan dapat menjaring darah supaya eritrosit dalam darah tidak keluar lagi dan menutup luka.

 ERITROSIT (SEL DARAH MERAH)

Eritrosit merupakan bagian utama dari sel-sel darah. Setiap milliliter darah mengandung rata-rata sekitar 5 miliar eritrosit (sel darah merah),yang secara klinis sering dilaporkan dalam hitung sel darah merah sebagai 5 juta per millimeter kubik (mm3).

'''Eritrosit''' adalah cakram bikonkaf yang fleksibel dengan kemampuan menghasilkan energi sebagai adenosin trifosfat (ATP) melalui jalur gikolisis anaerob(Embden Meyerhof) dan menghasilkan kekuatan pereduksi sebagai NADH melalui jalur ini serta sebagai nikotamida adenine dinukleotida fosfat tereduksi (NADPH) melalui jalur pintas heksosa monofosfat (hexsose monophosphate shunt) (Hoffbrand et al, 2005). Jalur Embden-Meyerhof juga menghasilkan NADH yang diperlukan oleh enzim methemoglobin reduktase untuk mereduksi methemoglobin (hemoglobin teroksidasi) yang tidak berfungsi, yang mengandung besi ferri (dihasilkan oleh oksidasi sekitar 3% hemoglobin setiap hari) menjadi hemoglobin tereduksi yang aktif berfungsi.

 Fungsi Lain Eritrosit 
  • Ketika eritrosit berada dalam tegangan di pembuluh yang sempit, eritrosit akan melepaskan ATP yang akan menyebabkan dinding jaringan untuk berelaksasi dan melebar.
  • Eritrosit juga melepaskan senyawa S-nitrosothiol saat hemoglobin terdeoksigenasi, yang juga berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah supaya darah menuju ke daerah tubuh yang kekurangan oksigen
  • Eritrosit juga berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Ketika sel darah merah mengalami proses lisis oleh patogen atau bakteri, maka hemoglobin di dalam sel darah merah akan melepaskan radikal bebas yang akan menghancurkan dinding dan membran sel patogen, serta membunuhnya.
 HEMATOKRIT

Hematokrit merupakan suatu hasil pengukuran yang menyatakan perbandingan sel darah merah terhadap volum darah. Hematokrit memiliki satuan menggunakan persen, contoh 42% (memiliki arti bahwa terdapat 42 ml sel darah merah di dalam 100 ml darah). Setiap manusia memiliki nilai normal hematokrit yang berbeda-beda. Perbedaan ini didasarkan pada usia pasien dan tempat laboratorium. Secara garis besar, beberapa nilai normal hematokrit, yaitu :
  • Bayi baru lahir : 55-68%
  • Usia 1 bulan : 37-49%
  • Usia 1 tahun : 29-41%
  • Usia 10 tahun : 36-40%
  • Dewasa pria : 40-50%
  •  Dewasa perempuan : 36-44%
Hematokrit digunakan untuk mengukur sel darah merah. Pengukuran ini dilakukan bila ada kecurigaan penyakit yang mengganggu sel darah merah, baik berlebihan ataupun kekurangan.

NILAI - NILAI MC

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui ukuran serta kandungan hemoglobin dalam sel darah merah. Nilai eritrosis Rata-rata (Mean corpuscular values) atau disebut juga Indeks eritrosit/ sel darah merah merupakan bagian dari pemeriksaan laboratorium hitung darah lengkap (Complete blood count) yang memberikan keterangan mengenai ukuran rata-rata eritrosit dan mengenai banyaknya hemoglobin (Hb) per eritrosit. Biasanya digunakan untuk membantu mendiagnosis penyebab anemia (Suatu kondisi di mana ada terlalu sedikit eritrosit/ sel darah merah). Indeks/ nilai yang biasanya dipakai antara lain :
  • Mean Corpuscular Volume (MCV) = Volume Eritrosit Rata-rata (VER), yaitu volume rata-rata sebuah eritrosit disebut dengan fermatoliter/ rata-rata ukuran eritrosit.
  • Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) = Hemoglobin Eritrosit Rata-Rata (HER), yaitu banyaknya hemoglobin per eritrosit disebut dengan pikogram
  • Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration (MCHC) = Konsentrasi Hemoglobin Eritrosit Rata-rata (KHER), yaitu kadar hemoglobin yang didapt per eritrosit, dinyatakan dengan persen (%) (satuan yang lebih tepat adalah “gram hemoglobin per dL eritrosit”)
Nilai MCV mencerminkan ukuran eritrosit, sedangkan MCH dan MCHC mencerminkan isi hemoglobin eritrosit. Penetapan Indeks/ nilai rata-rata eritrosit ini digunakan untuk mendiagnosis jenis anemia yang nantinya dapat dihungkan dengan penyebab anemia tersebut.  Anemia didefinisikan berdasarkan ukuran sel (MCV) dan jumlah Hb per eritrosit (MCH).



Sumber :
  1. Prodia. (2016). Hematologi Rutin (CBC). Link ; http://m.prodia.co.id/ProdukLayanan/PemeriksaanLaboratoriumDetails/Hematologi-Rutin-CBC
  2. Halo Sehat. 2016. 9 Penyebab Hb Rendah dan Cara Mengatasinya. Link ; http://halosehat.com/penyakit/gejala/penyebab-hb-rendah
  3. Wikipedia. 2016. Sel Darah Putih. Link ; https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_putih
  4. Mediskus. 2016.  7 Penyebab Leukosit Tinggi (Leukositosis). Link ; http://mediskus.com/penyakit/7-penyebab-leukosit-tinggi-leukositosis
  5. Pengertian Ahli. 2016. Pengertian Trombosit dan Fungsi Trombosit. Link ; http://www.pengertianahli.com/2014/09/pengertian-trombosit-dan-fungsi.html
  6. sridianti.com. 2016. Trombosit : Pengertian dan Fungsi. Link ; http://www.sridianti.com/trombosit-fungsi.html
  7. Wikipedia. 2016. Eritrosit Pada Manusia. Link ; https://id.wikipedia.org/wiki/Eritrosit_pada_manusia
  8. Wikipedia. 2016. Sel Darah Merah. Link ; https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_darah_merah
  9. Kerjanya. 2016. Hematokrit. Link ; http://www.kerjanya.net/faq/11496-hematokrit.html
  10. Belibis A-17. 2016. Mencari Penyebab Anemia dengan Nilai Rata - Rata Eritrosit. Link ; https://yayanakhyar.wordpress.com/2010/04/19/mencari-penyebab-anemia-dengan-nilai-eritrosit-rata-rata/

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »