Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Perbandingan Kadar LDL-C Direk dan Indirek pada Kadar Trigliserida Kurang Dari 400 mg/dL

Posted by On 5:35 PM


Dislipidemia adalah suatu kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total (hiperkolesterolemia), peningkatan kadar trigliserida (TG), peningkatan kadar low-density lipoprotein cholesterol (LDL-C), dan penurunan kadar high-density lipoprotein cholesterol (HDL-C) dalam darah (Grundy, 2002).



Prevalensi dislipidemia di dunia mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama di negara maju. Studi National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) tahun 2003-2006 menyatakan sekitar 53% orang dewasa di Amerika Serikat mempunyai kelainan metabolisme lipid. Sekitar 21% dari orang dewasa di Amerika Serikat dinyatakan menderita mixed dyslipidemia (LDL-C yang tinggi dengan HDL-C yang rendah atau trigliserida yang tinggi) dan hampir 6% mempunyai kelainan pada ketiga komponen lipid tersebut (Toth, Potter, & Ming, 2012).

Insidensi dislipidemia berdasarkan umur telah diteliti mengalami pergeseran ke arah usia lebih muda. Menurut studi NHANES tahun 1999-2006, 20,3% remaja usia 12-19 tahun menderita dislipidemia dengan Body Mass Index (BMI) yang bervariasi, 14,2% BMI normal, 22,3% overweight, dan 42,9% obesitas. Hasil penelitian tersebut memberikan pandangan diperlukannya screening profil lipid pada remaja dan dewasa muda terutama pada individu-individu dengan BMI di atas nilai normal (Center of Disease Control and Prevention (CDC), 2010). 

Di Indonesia, angka kejadian hiperkolesterolemia menurut penelitian MONICA (Monitoring Trends and Determinants of Cardiovascular Disease) di Jakarta tahun 1988 menunjukkan bahwa kadar rata-rata kolesterol total pada wanita 206,6 mg/dL dan pria 199,8 mg/dL. Kemudian pada tahun 1993 kadar rata-rata kolesterol total meningkat pada wanita menjadi 213 mg/dL dan pria 204,8 mg/dL (Darmojo, 1994).

Pada penelitian yang dilakukan oleh Sudijanto Kamso pada tahun 2004 terhadap 656 responden di 4 kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Padang) didapatkan keadaan dislipidemia berat (kolesterol total >204 mg/dL) pada orang berusia di atas 55 tahun didapatkan paling banyak di Padang dan Jakarta (>56%), diikuti oleh mereka yang tinggal di Bandung (52,2%) dan Yogyakarta (27,7%). Pada penelitian ini juga didapatkan dislipidemia lebih banyak ditemukan pada wanita (56,2%) dibandingkan pada pria (47%) (Gandha, 2009).

Angka kejadian penyakit kardiovaskuler sangat berkaitan dengan kejadian dislipidemia. Kadar LDL-C merupakan suatu faktor risiko independen terjadinya penyakit kardiovaskuler. Deteksi dini kadar LDL-C pada kelompok pasien dengan faktor risiko penyakit kardiovaskuler memungkinkan terapi dan tindakan pencegahan dapat dilaksanakan lebih dini. National Cholesterol Education Program-Adult Treatment Panel (NCEP-ATP) merekomendasikan pengukuran LDL-C sebagai kriteria primer diagnosis hiperkolesterolemia (Grundy, 2002).

Diagnosis dislipidemia ditegakkan berdasarkan pemeriksaan profil lipid. Komponen lipid yang umum diperiksa merupakan gabungan dari kolesterol total, kadar trigliserida, LDL-C, dan HDL-C. Kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL-C dapat diperiksa dengan metode enzimatik kolorimetrik. LDL-C dapat diukur secara direk, misalnya dengan spektofotometer (Bachorik, 2000) atau secara indirek dengan formula Friedewald (Friedewald, Levy, & Fredrickson, 1972).

Pengukuran kadar LDL-C direk menggunakan spektofotometer relatif lebih lama dan reagen yang digunakan untuk pemeriksaan cukup mahal dibandingkan dengan pengukuran secara indirek menggunakan formula Friedewald. Dengan menggunakan formula Friedewald, pengukuran kadar LDL-C lebih mudah dan murah, walaupun demikian, pengukuran LDL-C secara indirek sangat dipengaruhi oleh komponen profil lipid lainnya, terutama trigliserida, misalnya, pada kadar plasma trigliserida >400 mg/dL akurasi hasil pengukuran LDL-C indirek tidak dapat lagi dipercaya dan perlu dilakukan pengukuran secara direk. Beberapa instansi laboratorium menggunakan formula Friedewald untuk mengukur LDL-C pada kadar trigliserida <400 mg/dL (Friedewald, Levy, & Fredrickson, 1972). Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin membandingkan nilai LDL-C
secara indirek dan direk pada kadar trigliserida <400 mg/dL, yaitu <200 mg/dL
dan antara 200-400 mg/dL.


Baca juga :
 PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.
 Sumber :
http://repository.maranatha.edu
 


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »