Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Composite Bacterial Infection Index - Seri Edukasi Teknologi Laboratorium Medik

Posted by On 7:52 AM


Diagnosis infeksi  bakteri dapat ditegakkan secara pasti dengan pemeriksaan kultur, sedangkan diagnosis pasti infeksi virus dapat ditegakkan dengan pemeriksaan kadar titer antibodi serum dan kadar antigen virus (viral load). Pada praktik sehari-hari, kedua hal ini jarang dikerjakan karena hasil pemeriksaan laboratorium cenderung lambat. Oleh karena itu, adanya suatu penanda yang dapat menggambarkan adanya infeksi bakteri akut pada awal perjalanan penyakit dapat sangat membantu mengarahkan rencana terapi, mengurangi penggunaan antibiotik yang tidak rasional, dan memperbaiki outcome jangka panjang.


Sebuah penelitian dengan desain khusus oleh Kossiva, dkk, (2014) mengajukan suatu indeks yang dinamakan Composite Bacterial Infekction Index (CBII). Tujuan dari indeks ini adalah untuk membedakan demam yang disebabkan oleh infeksi virus dengan infeksi bakterial menggunakan parameter laboratorium yang lazim digunakan di instalasi gawat darurat (IGD). Indeks ini dirumuskan dengan rasio jumlah neutrofil (N) dengan jumlah limfosit (L) dan monosit (M), yang dikali dengan kadar CRP dan LED, sehingga didapatkan rumus :  


Keterangan :
N = jumlah neutrofil dalam persen
L =  jumlah limfosit dalam persen
M = jumlah monosit dalam persen
CRP = kadar C-Reactive Protein dalam saruan mg/dL
LED = Laju endap darah dalam satuan mm/jam

Adapun dasar penggunaan rumus diatas adalah jumlah neutrofil, CRP, dan LED dikaitkan dengan adanya infeksi bakterial, sedangkan jumlah limfosit dan monosit dikaitkan dengan infeksi viral (non-bakterial). Nilai cut off untuk CBII yang diajukan adalah 32,45 dengan hasil sensitivitas 85% dan spesifitas 91%.

Kelemahan yang ada pada penelitian ini antara lain belum ada penelitian lebih lanjut untuk menentukan nilai cut off optimal dari CBII, jumlah populasi yang dipakai dalam penelitian sedikit (138 anak; 69 sehat dan 69 sakit) dan tidak dapat diaplikasikan pada pasien dengan neutropenia. 

Baca juga :
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya

Sumber :
  1. Pediatrics & Therapeutics. (2017). Composite Bacterial Infection Index in the Evaluation of Bacterial versus Viral Infections in Children: A Single Centre Study. [online]. Tersedia ; https://www.omicsonline.org/open-access/composite-bacterial-infection-index-in-the-evaluation-of-bacterial-versus-viral-infections-in-children-a-single-centre-study-2161-0665.1000203.php?aid=26293. (09 Maret 2017). 
  2. Atmadja, A.S, Kusuma. R dan Dinata, F. (2016). Pemeriksaan Laboratorium untuk Membedakan Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus. CDK-241/vol/ 43 no. 6. Tersedia ; http://www.kalbemed.com/Portals/6/21_241Analisis-Pemeriksaan%20Laboratorium%20untuk%20Membedakan%20Infeksi%20Bakteri%20dan%20Infeksi%20Virus.pdf(09 Maret 2017)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »