Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Perdarahan Di Saluran Kencing

Posted by On 2:35 AM


Infolabmed.com. Hematuria merupakan kondisi ditemukannya darah di dalam urine. Bila kondisi itu terlihat dengan mata telanjang (tanpa mikroskop), disebut hematuria makroskopis (gross hematuria). Sedangkan, bila kondisi itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan untuk melihatnya harus dibantu dengan mikroskopis, disebut hematuria mikroskopis.

Ditemukannya darah di dalam urine merupakan tanda yang cukup serius dari adanya kelainan di saluran kemih. Kadang kala, penderita tidak mempunyai keluhan apapun, tetapi kemudian ditemukan hematuria setelah melakukan pemeriksaan, Padahal, hematuria merupakan awal terbentuknya batu di kandung kemih.

Berdasarkan lokasi yang mengalami kelainan, maka harus dibedakan apakah kelainan terjadi di daerah ginjal (glomerulus) atau di saluran setelah ginjal (non-glomerulus), seperti ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (saluran yang menghubungkan kandung kemih dengan penis pada pria atau vagina pada wanita). Dalam keadaan normal, sel darah merah jarang ditemukan di dalam urine. Terdapatnya sel darah merah didalam urine menunjukkan adanya kelainan, baik diginjal maupun dipembuluh darahnya.

Hematuria merupakan keadaan yang tidak normal dengan ditemukannya sel darah merah didalam urine. Namun, apabila didalam urine juga ditemukan sedimen, seperti leukosit (sel darah putih), maka hal itu merupakan tanda adanya penyakit atau kelainan didaerah ginjal, bukan disaluran kencing. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan hematuria, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut, diantaranya dengan mengevaluasi pemeriksaan urine setiap hari selama beberapa hari.

Evaluasi pemeriksaan mikroskopis yang menandakan adanya hematuria adalah bila ditemukan sel darah merah (eritrosit) didalam urine sebanyak tiga buah setiap lapang pandang besar mikroskop. Terkait dengan hal ini, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dalam pengambilan sampel urine untuk keperluan pemeriksaan. Pada wanita, harus disingkirkan kemungkinan penyebab hematuria akibat menstruasi. Saat menstruasi, wanita tidak bisa diperiksa ada tidaknya hematuria dalam dirinya, karena bisa saja urinenya bercampur dengan darah menstruasi. Selain itu, pada wanita, perlu diketahui juga kemungkinan adanya laserasi vagina (luka lecet di vagina). Sedangkan, pada pria, perlu diketahui apakah ia sehabis disunat atau tidak. 

Apkah hematuria berbahaya? Hematuria sendiri tidak berbahaya sepanjang tidak menyebabkan perdarahan hebat. Namun, penyebab hematuria harus ditegakkan terlebih dahulu guna penanganan lebih lanjut secara tepat. Adapun penyebab hematuria, antara lain karena kelainan ginjal (misalnya tumor ginjal, batu ginjal, TBC ginjal, dan kista ginjal), kelainan pembuluh darah (misalanya gangguan pembekuan darah, kelebihan obat antikoagulan, trombosis, malformasi arteri vena, dan trombosis vena ginjal), pemakaian analgesik (obat antisakit), latihan jasmani yang berlebihan, trauma akibat benturan, penyakit parasit skistosomiasis, hiperkalsiuria (kelebihan kalsium), dan hiperurikosuria (kelebihan asam urat).

Apabila dalam pemeriksaan urine disamping ditemukan sel darah merah juga ditemukan leukosit dan silinder eritrosit, maka hal ini merupakan tanda yang mengarah pada penyakit ginjal akut atau ginjal kronis. Tentu saja, hal ini memerlukan evaluasi lebih lanjut dengan pemeriksaan USG ginjal dan IVU, bahkan bila perlu dengan CT Scan dan MRI.

Jika dari hasil pemeriksaan ternyata ditemukan batu di saluran kencing atau ginjal, maka perlu dievaluasi lebih lanjut. Apabila batunya berukuran kecil, masih memungkinkan dikeluarkan tanpa melalui operasi. Cukup dengan minum air putih yang banyak, tidak menahan kencing pada saat ingin kencing, dan mengonsumsi obat penghancur batu ginjal, dapat melarutkan batu tersebut. Sebab, 80 % batu disaluran kencing yang masih kecil akan keluar dengan sendirinya. Namun, jika ukuran batunya sudah besar dan tidak memungkinkan untuk keluar sendiri, dokter akan memilih alternatif operasi untuk mengambil batu.

Sumber :
dr. H. Muchlis Achsan U.S,Sp.PD-KPTI dan dr. Dito Anurogo. 2013. 5 Menit Memahami 55 Problematika Kesehatan. Hal ; 368 - 371. Penerbit D-Medika ; Yogyakarta.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »